Tafsir Singkat Surat Al-Isra (Bani Israil)

Perjalanan Malam yang Agung

Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Al-Isrā’ atau Bani Isrā’il (Perjalanan Malam), adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 111 ayat. Surat ini sarat dengan mukjizat, peringatan, dan ajaran etika penting yang relevan bagi umat Islam sepanjang masa. Nama "Al-Isra" merujuk pada peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sebuah peristiwa luar biasa yang menjadi landasan penting dalam sejarah Islam.

Fokus Utama Surat Al-Isra

Surat ini dibuka dengan ayat yang sangat terkenal mengenai kisah Isra'. Ayat pembuka ini menegaskan kebesaran Allah SWT yang mampu memindahkan hamba-Nya dalam satu malam. Selain itu, Surat Al-Isra juga membahas banyak prinsip dasar akidah dan akhlak, termasuk larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik kepada orang tua, larangan membunuh anak karena kemiskinan, serta pentingnya menjaga amanah dan menepati janji.

Pembahasan mendalam mengenai batasan perilaku manusia dan hubungan sosial diperkuat di sepanjang surat ini. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menekankan ritual ibadah vertikal (kepada Allah) tetapi juga ibadah horizontal (kepada sesama manusia).

Contoh Ayat Arab dan Terjemahan

1
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-MasjidilAqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
23
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah menetapkan bahwa janganlah kamu memuja selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu menghardik mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
24
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Ya Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil."

Ayat 23 dan 24 dari Surat Al-Isra ini adalah landasan etika sosial yang sangat kuat. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, bahkan ketika mereka sudah lanjut usia dan mungkin merepotkan, menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam. Sikap "rendah hati" (menundukkan sayap kerendahan hati) dan doa memohon rahmat bagi mereka adalah puncak dari penghormatan tersebut.

Peringatan Mengenai Kesalahan Generasi Sebelumnya

Surat ini juga menceritakan sejarah Bani Israil (keturunan Nabi Ya’qub) sebagai pelajaran. Allah SWT memperingatkan umat Islam agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, yaitu melakukan kerusakan di muka bumi setelah mendapatkan peringatan dan kenikmatan. Beberapa ayat menyinggung tentang kerusakan moral dan kekufuran mereka di masa lalu, yang kemudian berujung pada kehancuran peradaban mereka.

Ayat-ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa kemajuan peradaban dan kemakmuran bukanlah jaminan kekekalan jika tidak disertai dengan ketaatan kepada ajaran ilahi. Ketika umat Islam diberikan kekuasaan atau kesempatan, mereka harus menggunakannya dengan adil dan bijaksana, menjauhi kesombongan dan penyimpangan.

Kejujuran dan Akhlak dalam Muamalah

Aspek penting lainnya dalam Al-Isra adalah penekanan pada kejujuran dalam segala transaksi. Allah SWT melarang keras mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik (untuk kepentingan mereka) dan menekankan pentingnya menimbang dan menakar dengan adil. Larangan mencuri dan larangan berbuat zina juga ditegaskan sebagai pilar menjaga kehormatan dan ketertiban masyarakat.

Secara keseluruhan, Surat Al-Isra adalah kompendium ajaran komprehensif yang menggabungkan kisah sejarah, peringatan ilahiah, dan pedoman moralitas universal. Mempelajari dan merenungkan ayat-ayatnya memberikan panduan praktis tentang bagaimana menjalani kehidupan yang seimbang, menghormati otoritas ilahi, dan berinteraksi secara etis dengan sesama manusia, mulai dari orang tua hingga masyarakat luas.

🏠 Homepage