Teks dan Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 6
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا
Terjemahan:
Kemudian Kami mengembalikan kemenangan kepada kamu, dan Kami membantu kamu dengan harta benda dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya).
Konteks dan Penjelasan Ayat
Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Al-Isra wal Mi'raj, adalah surah ke-17 dalam Al-Qur'an. Ayat keenam ini secara spesifik menceritakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub/Israel).
Kekalahan dan Kemenangan Kedua
Ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya (ayat 5) yang menjelaskan tentang pembinasaan pertama Bani Israil oleh musuh mereka yang dikirim Allah karena perbuatan durjana mereka. Ayat 6 ini menegaskan bahwa setelah kehancuran tersebut, Allah memberikan kesempatan kedua kepada mereka. Frasa "Kemudian Kami mengembalikan kemenangan kepada kamu" (ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ) menandakan pembalikan keadaan. Mereka yang tadinya tertindas, kini mendapatkan kembali kekuasaan dan kejayaan atas musuh mereka.
Bantuan Materi dan Moral
Pemulihan kejayaan ini tidak hanya berupa kemenangan militer, tetapi juga dukungan nyata dari Allah SWT. Ayat ini menyebutkan: "Kami membantu kamu dengan harta benda dan anak-anak". Ini adalah bentuk pertolongan yang sangat dibutuhkan, di mana kekuatan sebuah bangsa sering kali diukur dari kesejahteraan ekonomi (harta benda) dan potensi generasi penerusnya (anak-anak).
Poin penting lainnya adalah penegasan kuantitas: "dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya)". Ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya mengembalikan status mereka, tetapi juga melipatgandakan jumlah mereka. Dari kondisi yang hampir musnah, mereka kembali menjadi komunitas yang besar dan kuat.
Pelajaran yang Dapat Dipetik
- Rahmat Allah Meliputi Penyesalan: Meskipun Bani Israil telah berbuat kerusakan hingga dibinasakan, Allah tetap membuka pintu rahmat-Nya ketika mereka menghadapi konsekuensi dan mungkin mulai bertaubat. Ini menunjukkan luasnya kasih sayang Allah.
- Kekuatan Sejati Bersumber dari Ilahi: Kejayaan, kekayaan, dan jumlah yang besar bukanlah hasil murni dari usaha mereka sendiri, melainkan bantuan langsung dari Allah. Ini mengajarkan bahwa segala bentuk kemajuan harus diiringi kesadaran bahwa sumbernya adalah Tuhan.
- Siklus Kejayaan dan Kejatuhan: Sejarah Bani Israil (seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur'an) sering kali menunjukkan siklus: ketika mereka taat, mereka diberi kekuasaan; ketika mereka melanggar batas (melampaui batas), mereka diuji dengan kejatuhan. Ayat 6 ini adalah jeda dari kejatuhan menuju fase kebangkitan kedua.
- Pentingnya Generasi Penerus: Penyebutan 'anak-anak' menegaskan bahwa kelangsungan peradaban sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas generasi penerus.
Namun, perlu dicatat dalam narasi sejarah Islam, meskipun Allah memberikan dua kali kesempatan besar kepada Bani Israil untuk memimpin dan mendapatkan kemuliaan, mereka pada akhirnya menyia-nyiakan nikmat tersebut dengan kembali membangkang, yang kemudian berujung pada ancaman hukuman Allah yang lebih keras pada fase selanjutnya, sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat berikutnya dari Surat Al-Isra.