Surat Al-Isra Ayat 70 dan Artinya

Simbol Penghormatan dan Kendaraan Manusia Ilustrasi garis-garis yang melambangkan perjalanan terhormat (kendaraan) dan cahaya di atasnya (kemuliaan). Kemuliaan

Teks dan Terjemahan Ayat

وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا

Artinya:

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Makna dan Kedudukan Surat Al-Isra Ayat 70

Ayat ke-70 dari Surat Al-Isra (atau dikenal juga sebagai Surat Al-Isra' wal-Mi'raj) merupakan salah satu ayat kunci yang menegaskan status istimewa manusia di hadapan Allah SWT. Ayat ini adalah deklarasi ilahiah mengenai penghormatan (takrim) yang dianugerahkan secara eksplisit kepada seluruh Bani Adam—seluruh umat manusia.

Poin utama yang diangkat dalam ayat ini adalah tiga bentuk kemuliaan utama yang diterima manusia, yang membedakannya dari sebagian besar makhluk ciptaan Allah lainnya:

  1. Kemuliaan Fitrah (Takrim): Allah telah memuliakan anak cucu Adam. Kemuliaan ini mencakup anugerah akal, kesadaran diri, kemampuan berbicara, kemampuan membedakan yang benar dan yang salah (fitrah), serta kemampuan untuk beribadah dan memegang amanah (khalifah fil ardh).
  2. Kemampuan Eksplorasi dan Mobilitas: "Kami angkut mereka di darat dan di laut." Ini merujuk pada kemampuan manusia untuk memanfaatkan lingkungan fisiknya, menguasai daratan melalui berjalan, berkuda, atau kendaraan darat, serta menguasai lautan melalui kapal dan perahu. Ini adalah anugerah berupa penguasaan teknologi dasar untuk bergerak dan menjelajah.
  3. Rezeki yang Baik (Thayyibat): "Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik." Allah menjamin kebutuhan dasar hidup manusia berupa rezeki yang halal dan baik, yang mencakup makanan, minuman, dan segala sesuatu yang menopang kehidupan dengan cara yang layak dan bersih.

Penekanan pada frasa "dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan" menegaskan bahwa kelebihan ini bersifat substantif. Meskipun ada makhluk lain yang memiliki kekuatan fisik atau kecepatan melebihi manusia, kombinasi akal, moralitas, dan kemampuan bertindak yang dimiliki manusia adalah keunggulan komparatif yang tidak dimiliki makhluk lain.

Implikasi Spiritual dan Etika Ayat 70

Pemahaman mendalam mengenai Surat Al-Isra ayat 70 membawa implikasi besar terhadap cara kita memandang diri sendiri dan orang lain. Pengakuan atas kemuliaan ini seharusnya memicu rasa syukur yang besar (syukur) kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan.

Pertama, jika manusia dimuliakan, maka setiap tindakan yang merendahkan martabat diri sendiri, seperti berbuat maksiat atau menyia-nyiakan akal, adalah bentuk penyia-nyiaan amanah kemuliaan tersebut. Kedua, penghormatan ini berlaku universal untuk semua Bani Adam, tanpa memandang ras, suku, atau status sosial. Oleh karena itu, ayat ini menjadi dasar kuat bagi etika kemanusiaan (humanitarian ethics) dalam Islam, menuntut kita untuk menghormati hak-hak dasar setiap manusia.

Pelajaran Penting: Ayat ini mengingatkan kita bahwa tanggung jawab kita sebanding dengan anugerah yang kita terima. Menggunakan akal untuk mencari ilmu, menggunakan kemampuan bergerak untuk beribadah dan berkontribusi, serta memilih rezeki yang baik adalah wujud pemenuhan janji kemuliaan tersebut.

Ayat ini sejajar dengan ayat lain dalam Al-Qur'an yang berbicara tentang status khalifah (wakil Allah) di bumi, menunjukkan bahwa manusia adalah spesies yang istimewa, namun keistimewaan ini harus digunakan untuk kebaikan dan ketaatan kepada Pencipta. Kegagalan memanfaatkan kelebihan ini justru dapat menjatuhkan derajat manusia di bawah derajat makhluk yang lain, sebagaimana ditegaskan dalam kelanjutan ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama.

🏠 Homepage