Mengenal Surat Al-Isra: Jumlah Ayat dan Keistimewaan

Perjalanan Malam yang Agung Ilustrasi perjalanan malam dan cahaya Al-Isra

Dalam khazanah Al-Qur'an, terdapat 114 surat yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Salah satu surat yang memiliki kedudukan penting dan kisah yang monumental adalah Surat Al-Isra. Surat ini, yang juga dikenal dengan nama Bani Israil, menyimpan banyak sekali pelajaran moral, hukum, dan mukjizat yang patut direnungkan. Namun, bagi banyak pembaca Al-Qur'an, pertanyaan mendasar sering muncul ketika menelaah setiap surat: surat Al Isra berapa ayat?

Surat Al-Isra memiliki total 111 ayat.

Kedudukan dan Nama Lain Surat Al-Isra

Surat Al-Isra merupakan surat ke-17 dalam urutan mushaf dan tergolong surat Makkiyah, meskipun beberapa ulama menyebutkan ayat-ayat terakhirnya turun di Madinah. Nama "Al-Isra" sendiri merujuk pada peristiwa luar biasa yang diabadikan pada ayat pertamanya, yaitu perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Al-Quds). Peristiwa ini dikenal sebagai Isra' Mi'raj, meskipun Mi'raj (kenaikan ke langit) dibahas lebih detail dalam surat lain.

Nama lainnya adalah "Bani Israil" karena ayat 2 hingga ayat 8 membahas tentang kehancuran dan pemulihan kaum Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub AS), serta peringatan keras agar umat Islam tidak mengulangi kesalahan mereka. Keunikan surat ini terletak pada kedalaman tema yang dibahas, mulai dari akidah, hukum, hingga etika sosial.

Mengenal Struktur 111 Ayat

Dengan 111 ayatnya, Surat Al-Isra menyajikan rangkaian perintah dan larangan yang komprehensif. Ayat-ayat awal langsung menyajikan mukjizat agung, yaitu firman Allah: "Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa..." (QS. Al-Isra: 1). Ayat ini menjadi landasan utama mengapa surat ini dinamakan Al-Isra.

Memasuki pertengahan surat, fokus beralih pada tauhid dan larangan syirik. Allah SWT memberikan penekanan kuat mengenai hakikat ibadah yang hanya ditujukan kepada-Nya semata. Setelah itu, surat ini menjabarkan etika pergaulan sosial yang sangat fundamental bagi tegaknya masyarakat yang adil dan beradab. Beberapa poin penting yang terbagi dalam 111 ayat tersebut meliputi:

Ayat-ayat terakhir surat ini kembali mengingatkan manusia tentang keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas segala ciptaan, serta memberikan penutup yang indah tentang kebesaran Al-Qur'an sebagai petunjuk terakhir.

Hikmah di Balik Jumlah Ayat

Mengapa Surat Al-Isra terdiri dari 111 ayat? Meskipun jumlah ayat dalam sebuah surat adalah ketetapan ilahiah yang tidak bisa diubah, jumlah ini menyiratkan keseimbangan yang pas untuk memuat kisah fundamental (Isra'), peringatan historis (Bani Israil), dan panduan praktis kehidupan sehari-hari (etika sosial dan ibadah).

Jika kita membandingkannya dengan surat-surat lain, 111 ayat memberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan narasi tanpa menjadi terlalu panjang seperti surat Al-Baqarah. Kedalaman materi yang dibahas dalam 111 ayat ini menuntut perenungan mendalam dari pembacanya. Mulai dari perjalanan spiritual terjauh yang dialami Nabi, hingga langkah terkecil dalam berinteraksi dengan orang tua atau tetangga, semua tercakup rapi dalam batasan ayat tersebut.

Oleh karena itu, ketika kita membaca Surat Al-Isra ayat per ayat hingga mencapai ayat ke-111, kita sebenarnya sedang mengikuti sebuah kurikulum mini tentang bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap—baik dalam hubungannya dengan Sang Pencipta maupun dengan sesama makhluk ciptaan-Nya. Memahami totalitas 111 ayat ini membantu umat Islam menginternalisasi ajaran-ajaran kunci yang ditekankan dalam perjalanan agung tersebut.

Kesimpulannya, bagi yang mencari jawaban pasti mengenai surat Al Isra berapa ayat, jawabannya adalah seratus sebelas ayat. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan wadah bagi mukjizat, sejarah, dan etika fundamental Islam.

šŸ  Homepage