Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat yang tergolong Makkiyah ini menyimpan banyak pelajaran penting mengenai akidah, etika sosial, dan kisah-kisah teladan, terutama peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Mempelajari ayat-ayatnya secara mendalam memberikan perspektif yang luas mengenai tanggung jawab kemanusiaan dan ketuhanan.
Keistimewaan Al-Isra terletak pada kedalaman maknanya, mulai dari pengagungan Allah SWT di awal ayat, peringatan terhadap kerusakan moral, hingga penegasan janji Allah. Surat ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan, baik atau buruk, akan mendapatkan balasan yang setimpal. Memahami konteks turunnya ayat-ayat ini sangat krusial untuk mengaplikasikan hikmahnya dalam kehidupan modern.
Membaca Al-Qur'an bukan sekadar melafalkan huruf, melainkan harus memperhatikan kaidah pelafalan yang benar, yaitu ilmu Tajwid. Tajwid berasal dari kata kerja "jawwada," yang berarti memperbaiki atau menjadikan sesuatu itu indah. Ketika membaca Surat Al-Isra, kesalahan kecil dalam pengucapan dapat mengubah makna ayat secara signifikan. Oleh karena itu, penguasaan Tajwid adalah jembatan antara bunyi huruf Arab dan pemahaman yang otentik dari Kalamullah.
Meskipun Surat Al-Isra mengandung seluruh aturan Tajwid, ada beberapa kaidah yang seringkali perlu diperhatikan lebih karena kekhususan lafadz di dalamnya:
Surat Al-Isra memberikan pelajaran fundamental tentang etika, seperti berbakti kepada orang tua (ayat 23) dan larangan pemborosan (ayat 29). Di era informasi yang serba cepat dan konsumtif, pesan-pesan ini menjadi relevan. Misalnya, ayat tentang larangan mendekati zina (ayat 32) memberikan batasan moral yang jelas dalam interaksi sosial, termasuk di ranah digital.
Selain itu, kisah perjalanan agung Rasulullah SAW menegaskan kedudukan beliau sebagai hamba Allah yang dimuliakan, sekaligus memberikan motivasi bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Membaca surat ini dengan tartil (perlahan dan bertajwid) akan membantu perenungan yang lebih mendalam terhadap janji dan peringatan Allah SWT. Memadukan pemahaman makna dengan kesempurnaan pelafalan melalui Tajwid adalah inti dari ibadah membaca Al-Qur'an.