Memahami Surat Al-Zalzalah Ayat ke-5: Janji Hari Kiamat

Surat Al-Zalzalah (Goncangan) adalah surat ke-99 dalam Al-Qur'an yang memiliki fokus utama pada gambaran hari kiamat dan perhitungan amal manusia. Meskipun ayat-ayatnya pendek, maknanya sangat mendalam dan mengingatkan kita akan pertanggungjawaban mutlak di hadapan Allah SWT. Salah satu ayat kunci dalam surat ini adalah ayat kelima, yang secara spesifik memberikan penekanan pada keadilan ilahi.

Representasi visual goncangan bumi dan timbangan keadilan

Bunyi Surat Al-Zalzalah Ayat ke-5

Pertanyaan utama yang sering diajukan adalah: Surat Al-Zalzalah ayat ke-5 berbunyi apa? Ayat ini merupakan puncak penekanan tentang pertanggungjawaban individu setelah bumi diguncangkan hebat.

وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَا
Wa akhrajatil ardu atsqalaha
"Dan bumi telah membuang isi perutnya,"

Ayat kelima ini, bersamaan dengan ayat keempat, menggambarkan keadaan dahsyat ketika hari kiamat tiba. Bumi yang selama ini menjadi saksi bisu atas segala perbuatan manusia, baik yang tersembunyi maupun yang tampak, akan diperintahkan untuk mengeluarkan segala yang ada di dalamnya.

Konteks dan Makna Mendalam

Untuk memahami kedalaman ayat ini, kita perlu melihat konteks ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya. Surat Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat, dan secara keseluruhan menggambarkan tiga tahapan utama kiamat:

  1. Goncangan Pertama (Ayat 1-2): Gambaran guncangan bumi yang sangat dahsyat.
  2. Proses Pengungkapan (Ayat 3-5): Ketika bumi mengeluarkan 'atsqalaha' (beban/isi perutnya).
  3. Perhitungan Amal (Ayat 6-8): Manusia menyaksikan hasil amal mereka.

Apa Maksud "Membuang Isi Perutnya"?

Para mufassir (ahli tafsir) memberikan beberapa penafsiran mengenai maksud dari 'atsqalaha' (beban atau isi perutnya) yang dikeluarkan bumi:

Ayat 5 ini bekerja sinergis dengan ayat 2, "Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya," namun ayat 5 lebih spesifik mengenai mekanisme pengungkapan tersebut. Bumi tidak hanya 'memberi tahu' (memberitakan), tetapi ia secara fisik 'mengeluarkan' atau 'memuntahkan' apa yang selama ini disimpannya.

Implikasi Iman Terhadap Ayat Ini

Renungan terhadap ayat kelima Surat Al-Zalzalah memberikan beberapa pelajaran penting bagi seorang Muslim:

1. Tidak Ada yang Tersembunyi: Janji Allah bahwa isi bumi akan dikeluarkan menekankan bahwa tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apa pun, yang luput dari catatan dan perhitungan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa amal perbuatan manusia dicatat, dan ketika kiamat terjadi, catatan tersebut akan dipertontonkan.

2. Keadilan yang Mutlak: Ketika bumi sudah menyampaikan semua isinya (termasuk pengakuan atas perbuatan yang dilakukan di atasnya), maka manusia akan menghadapi hisab (perhitungan). Setelah ayat 5, Allah melanjutkan dengan ayat 6 dan 7: "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) amal mereka. Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

3. Pentingnya Kebaikan Kecil: Ayat ini memperkuat pentingnya amal jariyah, meskipun terlihat sepele di mata manusia. Di hadapan goncangan hari kiamat, sekecil apa pun perbuatan baik atau buruk akan ditimbang secara adil berdasarkan apa yang telah 'dikeluarkan' oleh bumi.

Kesimpulannya, ketika kita merenungkan bunyi Surat Al-Zalzalah ayat ke-5, kita diingatkan bahwa siklus kehidupan duniawi yang kita jalani adalah sementara, namun jejaknya kekal. Bumi yang kita pijak hari ini adalah saksi yang akan bersaksi pada hari penghakiman.

🏠 Homepage