Surat Al-Zalzalah (atau Az-Zalzalah) adalah salah satu surat pendek namun memiliki bobot makna yang sangat besar dalam ajaran Islam. Surat ke-99 dalam Al-Qur'an ini menjelaskan tentang gambaran hari kiamat dengan sangat jelas dan menggetarkan. Pertanyaan mengenai konteks kapan surat Al Zalzalah diturunkan seringkali muncul dalam kajian tafsir, namun yang lebih penting adalah pemahaman mendalam mengenai pesan universal yang dibawanya.
Konteks Penurunan dan Tema Utama
Meskipun penentuan waktu pasti kapan surat Al Zalzalah diturunkan bervariasi di antara para ulama—apakah termasuk Makkiyah (sebelum Hijrah) atau Madaniyah (setelah Hijrah)—mayoritas ulama cenderung mengategorikannya sebagai surat Makkiyah. Hal ini didasarkan pada tema utamanya yang sangat fokus pada peringatan akan Hari Pembalasan (Yaumul Qiyamah), sebuah tema yang dominan pada periode awal kenabian di Mekah, ketika umat Islam sedang dibentuk fondasi keimanan mereka.
Inti dari surat ini terangkum dalam ayat-ayat yang menggambarkan goncangan dahsyat bumi. Allah SWT berfirman:
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi perutnya," (QS. Al-Zalzalah: 1-2).
Ayat-ayat pembuka ini berfungsi sebagai pengingat visual yang kuat mengenai ketidakberdayaan manusia di hadapan kekuatan Allah SWT saat kiamat tiba. Bumi, yang selama ini menjadi tempat tinggal dan sandaran manusia, akan menjadi saksi atas semua perbuatan yang pernah dilakukan di atasnya.
Prinsip Akuntabilitas Mutlak
Setelah menggambarkan kehancuran fisik dunia, surat Al-Zalzalah beralih ke inti filosofisnya: pertanggungjawaban individu. Ayat kunci yang sering dikutip adalah:
"Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan yang demikian kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok supaya diperlihatkan kepada mereka (akibat) perbuatan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya." (QS. Al-Zalzalah: 3-8).
Ini menunjukkan bahwa waktu surat Al Zalzalah diturunkan sangat relevan untuk memperkuat keyakinan bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, dicatat dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Tidak ada perbuatan baik yang terlewatkan, dan tidak ada kejahatan yang dapat disembunyikan.
Pelajaran dari Surat Al-Zalzalah
Meskipun latar belakang penurunannya mungkin berada di periode awal Islam, relevansi surat ini tetap abadi. Surat ini mengajarkan beberapa pelajaran penting bagi umat Muslim:
- Kewaspadaan Tinggi: Iman akan adanya kiamat menuntut seorang mukmin untuk selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan.
- Nilai Perbuatan Kecil: Konsep "seberat zarrah" (atom kecil) menekankan bahwa amal saleh yang dianggap remeh di dunia, seperti senyuman tulus atau menyingkirkan duri dari jalan, memiliki nilai di sisi Allah SWT.
- Keadilan Ilahi: Surat ini menjamin bahwa sistem pembalasan Allah adalah adil; tidak ada yang dizalimi, dan semua akan menerima balasan setimpal atas pilihannya di dunia.
Memahami kapan surat Al Zalzalah diturunkan membantu kita menempatkannya dalam narasi dakwah Nabi Muhammad SAW. Namun, fokus utama harus selalu pada implementasi ajaran di dalamnya: hiduplah seolah-olah hari kiamat itu ada di depan mata, karena bumi akan menjadi saksi bisu atas segala urusan kita.