Rangkuman Ayat: Surat Al Zalzalah hingga Surat An-Nas
Ilustrasi urutan dari Surat Al-Zalzalah (Z) menuju Surat An-Nas (N) di Juz terakhir Al-Qur'an.
Al-Qur'an adalah petunjuk hidup bagi umat Islam, dan rangkaian surat-surat pendek di bagian akhir (Juz 'Amma) sering kali menjadi hafalan utama. Artikel ini akan menyajikan intisari makna dari Surat Al-Zalzalah (Surat ke-99) hingga Surat An-Nas (Surat ke-114). Urutan ini mencakup peralihan tema dari peringatan hari kiamat menuju permohonan perlindungan Ilahi.
Surat Al-Zalzalah (Kegoncangan) - 99
Idza zulzilatil ardu zilzalaha, Wa akhrajatil ardu itsqalaha, Wa qolal insanu ma laha, Yawma'idzin tuhaadditsu akhbaraha, Bi anna robbakah_a auha laha, Yawma'idzin yasdurun nasu astata(n) liyuraw a'malahum, Faman ya'mal misqala zarratin khoiroy yarah, Waman ya'mal misqala zarratin syarroy yarah.
**Makna Singkat:** Surat ini menjelaskan tentang guncangan hebat pada hari kiamat. Bumi akan mengeluarkan semua beban dan isinya, dan manusia akan bertanya tentang apa yang terjadi. Hari itu, bumi akan menceritakan semua berita tentang perbuatan yang dilakukan di atasnya. Setiap amal sekecil apa pun, baik atau buruk, akan diperlihatkan. Ini adalah penekanan mutlak atas pertanggungjawaban individu.
Surat Al-'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang) - 100
Wal 'adiyaati dhabhaa, Fal mooriyaa ti qadhaa, Fal mughii raati subhaa, Fa atharna bihi naq'aa, Fawasato bihi jam'aa, Innal insaana li robbihi lakanood, Wa innahu 'ala dhalika la shaheed, Wa innahu li hubbil khoiri la shadeed.
**Makna Singkat:** Dimulai dengan sumpah demi kuda perang yang berlari kencang dalam jihad. Makna utamanya adalah kecaman terhadap sifat manusia yang sangat ingkar dan kikir terhadap nikmat Tuhannya, meskipun ia sendiri menyaksikan kebenaran itu.
Surat Al-Qari'ah (Hari Kebangkitan) - 101
Al-qaari'ah, Mal qari'ah, Wa ma adraaka mal qari'ah, Yawma yakoonun naasu kal farashil mabthooth, Wa takuunul jibaalu kal 'ihnill manfoosh, Fa ammaa man thaqulat mawaazeenah, Fa huwa fii 'eeshatir raadiyah, Wa ammaa man khaffat mawaazeenah, Fa ummuhu haawiyah, Wa ma adraaka ma hiya, Naarun haamiyah.
**Makna Singkat:** Mendeskripsikan kengerian Hari Kiamat (Al-Qari'ah) ketika manusia bagaikan anai-anai yang beterbangan, dan gunung-gunung laksana kapas yang dihamburkan. Pada hari itu, amal perbuatan ditimbang; siapa yang berat timbangan kebaikannya akan hidup bahagia, dan siapa yang ringan akan menuju ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Surat At-Takatsur (Bermegah-megahan) - 102
Alhaakumut takaathur, Hatta zurtumul maqaabir, Kallaa sawfa ta'lamoon, Summa kallaa sawfa ta'lamoon, Kallaa law ta'lamoona 'ilmal yaqeen, Latawunnal jahiim, Summa latawunnah_a 'ainal yaqeen, Summa latu'alunna yawma'idzin 'anil na'eem.
**Makna Singkat:** Surat ini mengecam keras kesibukan manusia mengejar harta dan jumlah yang banyak (bermegah-megahan) hingga lupa akan kuburan. Peringatan keras diberikan bahwa mereka akan segera mengetahui akibat dari kelalaian tersebut, dan mereka pasti akan ditanyai tentang nikmat yang telah diberikan Allah.
Surat Al-'Asr (Masa/Waktu) - 103
Wal 'asr, Innal insaana lafii khusr, Illal ladzeena aamanuu wa 'amilus shaalihaati wa tawaasaw bil haqqi wa tawaasaw bis sabr.
**Makna Singkat:** Sumpah demi waktu. Surat ini menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Ini adalah ringkasan prinsip kehidupan sukses.
**Makna Singkat:** Janji kenikmatan yang banyak (Al-Kautsar) dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai balasannya, diperintahkan untuk melaksanakan shalat khusus karena-Nya dan menyembelih kurban. Dijamin bahwa orang yang membenci Nabi (yang memutus keturunan) justru dialah yang terputus dari rahmat.
Surat Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) - 109
Qul yaa ayyuhal kaafiruun, Laa a'budu maa ta'buduun, Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud, Wa laa ana 'aabidun maa 'abattum, Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud, Lakum diinukum wa liya diin.
**Makna Singkat:** Penegasan pemisahan total dalam akidah dan ibadah. Nabi diperintahkan untuk menyatakan bahwa umat Islam tidak menyembah apa yang disembah orang kafir, dan sebaliknya. Ini adalah deklarasi prinsip kebebasan beragama yang jelas: "Bagi kalian agama kalian, dan bagiku agamaku."
Surat An-Nashr (Pertolongan) - 110
Idzaa jaaa'a nashrullaahi wal fath, Wa ra'aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaaja, Fa sabbih bihamdi rabbika was taghfir, Innahuu kaana tawwaabaa.
**Makna Singkat:** Berita gembira tentang datangnya pertolongan Allah dan kemenangan (Fathul Makkah). Ketika hal itu terjadi dan umat manusia berbondong-bondong memeluk Islam, maka diperintahkan untuk bertasbih memuji Tuhan dan memohon ampunan-Nya, karena Allah Maha Menerima Taubat.
**Makna Singkat:** Kutukan keras ditujukan kepada Abu Lahab dan istrinya, paman Nabi yang paling gigih menentang dakwah. Kekayaan mereka tidak akan menyelamatkan mereka dari api neraka, bahkan istrinya akan memanggul kayu bakar sebagai bahan bakar neraka, dengan tali dari sabut di lehernya.
Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Keimanan) - 112
Qul huwa allaahu ahad, Allaahus shamad, Lam yalid walam yuulad, Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.
**Makna Singkat:** Inti ajaran tauhid. Allah itu Esa (tunggal), tempat bergantung segala sesuatu (As-Shamad). Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya. Surat ini adalah penolakan terhadap segala bentuk kesyirikan.
Surat Al-Falaq (Waktu Subuh) - 113
Qul a'uudzu birobbil falaq, Min syarri maa kholaq, Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob, Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqod, Wa min syarri haasidim idzaa hasad.
**Makna Singkat:** Permohonan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Menguasai waktu subuh dari segala macam keburukan yang Dia ciptakan, dari kegelapan malam bila telah tiba, dari kejahatan tukang sihir wanita yang meniupkan pada buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.
Surat An-Nas (Manusia) - 114
Qul a'uudzu birobbinnas, Malikin naas, Ilaahin naas, Min syarril waswaasil khannaas, Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, Minal jinnati wan naas.
**Makna Singkat:** Puncak perlindungan. Permohonan perlindungan kepada Tuhan, Raja, dan Ilah manusia dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi (Al-Waswas Al-Khannas), setan yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, baik dari golongan jin maupun dari golongan manusia.
Urutan surat-surat ini (Al-Zalzalah hingga An-Nas) merupakan bagian penutup Al-Qur'an, yang menekankan pertanggungjawaban amal, pemurnian tauhid, dan pentingnya berlindung kepada Allah SWT dari segala keburukan.