Ilustrasi Surat Al-Qur'an

Surat Setelah Al-Maidah dalam Susunan Mushaf

Dalam susunan mushaf standar Al-Qur'an yang kita kenal saat ini, urutan surat telah ditetapkan secara baku. Pertanyaan mengenai "surat setelah Al-Maidah" merujuk pada surat yang terletak persis setelah Surat Al-Maidah dalam penomoran resmi mushaf.

Surat Al-Maidah, yang merupakan surat ke-5 dalam Al-Qur'an, membahas berbagai hukum syariat, kisah-kisah kenabian, dan peringatan kepada Ahli Kitab. Setelah surat yang panjang dan komprehensif ini berakhir, pembaca akan menemukan surat berikutnya, yaitu **Surat Al-An'am**.

Mengenal Surat Al-An'am

Surat Al-An'am adalah surat ke-6 dalam urutan mushaf dan merupakan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah), meskipun beberapa ayat di dalamnya diyakini turun di Madinah. Surat ini memiliki 165 ayat dan menjadi salah satu surat terpanjang yang diturunkan di Mekkah. Nama "Al-An'am" sendiri berarti "Binatang Ternak", yang diambil dari pembahasan surat ini mengenai hewan-hewan ternak dan hukum-hukum terkaitnya, serta kritik terhadap praktik syirik kaum musyrik pada masa itu.

Fokus Utama Surat Al-An'am

Fokus utama dari Surat Al-An'am sangat berbeda dengan Surat Al-Maidah yang cenderung Madaniyah dan penuh dengan penetapan hukum. Al-An'am lebih menekankan pada persoalan akidah, tauhid, dan bantahan terhadap politeisme (syirik). Surat ini diturunkan pada periode ketika Islam masih lemah dan menghadapi penolakan keras dari kaum Quraisy. Oleh karena itu, ayat-ayatnya berfungsi sebagai pembuktian keesaan Allah dan kebenaran kenabian Muhammad SAW.

Beberapa tema penting yang diangkat dalam Surat Al-An'am meliputi:

Perbandingan dengan Al-Maidah

Memahami transisi dari Al-Maidah ke Al-An'am memberikan gambaran tentang perkembangan dakwah Islam. Al-Maidah (surat ke-5) cenderung membahas penyempurnaan syariat bagi umat Islam yang sudah mulai mapan di Madinah, termasuk ketetapan hukum halal-haram, kisah-kisah Bani Israil, dan perjanjian dengan Ahli Kitab. Sebaliknya, Al-An'am (surat ke-6) berfungsi sebagai benteng akidah yang kokoh, menegaskan fondasi keimanan di tengah tantangan ideologis di Mekkah.

Kedua surat ini, meskipun berbeda fokus utama dan latar waktu turunnya, saling melengkapi dalam kerangka Al-Qur'an. Surat Al-An'am mempersiapkan pemahaman dasar tauhid yang kuat, sementara surat sebelumnya, Al-Maidah, memberikan panduan praktis dalam berinteraksi sosial dan beribadah setelah fondasi keimanan telah tertanam.

Pentingnya Urutan Mushaf

Susunan surat dalam mushaf (termasuk Al-Maidah diikuti Al-An'am) adalah hasil ketetapan dari praktik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan disepakati oleh para sahabat, khususnya pada masa khalifah Utsman bin Affan. Meskipun urutan pewahyuan surat berbeda dengan urutan mushaf (disebut tertib nuzul), urutan mushaf ini memiliki hikmah tersendiri dalam tata letak Al-Qur'an sebagai panduan bacaan umat Islam secara kolektif.

🏠 Homepage