Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 24: Etika Terhadap Orang Tua

Visualisasi Rasa Hormat dan Rendah Hati Gambar sederhana yang menampilkan dua tangan yang saling menggenggam dengan latar belakang hati. 🙏

Teks Arab (Al-Isra' Ayat 24)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Terjemahan Kemenag RI

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya karena penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Ya Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil."

Penjelasan Mendalam Surat Al-Isra' Ayat 24

Ayat ke-24 dari Surat Al-Isra' (juga dikenal sebagai Al-Isrā' atau Bani Isrā'īl) adalah kelanjutan dari perintah-perintah Allah SWT mengenai pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Ayat ini secara spesifik fokus pada manifestasi sikap rendah hati dan kasih sayang yang mutlak kepada kedua orang tua.

Perintah sentral dalam ayat ini adalah "Wakhfid lahuma janāḥa dh-dhulli mina ar-raḥmah". Kata "Wakhfid" berarti merendahkan atau menaungi. Kata "Janāḥa" (sayap) adalah metafora yang sangat indah. Dalam konteks ini, merendahkan sayap melambangkan kerendahan hati, ketundukan, dan kelembutan yang ekstrem, seperti seekor burung yang menaungi anak-anaknya dengan sayapnya untuk memberikan perlindungan dan kehangatan.

Menariknya, kerendahan hati yang diperintahkan di sini haruslah "min ar-raḥmah" (karena penuh kasih sayang). Ini membedakannya dari sikap tunduk karena takut atau terpaksa. Sikap hormat kepada orang tua harus lahir dari lubuk hati yang penuh cinta dan belas kasihan. Ini adalah bentuk penghormatan yang menyeluruh, bukan hanya sekadar kewajiban formal.

Setelah perintah untuk bersikap lembut dan rendah hati, ayat ini menyertakan doa yang diajarkan langsung oleh Allah SWT: "Wa qul Rabbi irḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā" (Dan ucapkanlah, "Ya Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil").

Makna Doa yang Diajarkan

Doa ini mengandung hikmah yang mendalam. Ketika seseorang telah mencapai usia dewasa dan mandiri, terkadang rasa hormat kepada orang tua dapat berubah menjadi interaksi yang lebih setara atau bahkan diwarnai sedikit rasa tidak sabar. Namun, ayat ini mengingatkan kita untuk selalu mengingat peran awal mereka.

Bagaimana orang tua mendidik kita waktu kecil? Mereka melakukannya dengan penuh kesabaran luar biasa, mengurus kita dari kondisi yang paling lemah, rentan, dan membutuhkan. Mereka tidak menghitung lelah atau pengorbanan. Oleh karena itu, balasan doa kita harus mencerminkan pengorbanan mereka yang tiada tara tersebut. Kita memohon kepada Allah agar memberikan rahmat yang setara dengan curahan kasih sayang yang pernah mereka berikan.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Modern

Dalam konteks kehidupan modern, di mana jarak antara anak dan orang tua seringkali berjauhan karena tuntutan pekerjaan atau studi, ayat ini menjadi pedoman kuat. "Merendahkan sayap" bisa diartikan sebagai:

Surat Al-Isra' ayat 24 menegaskan bahwa hubungan anak dengan orang tua harus dilandasi oleh keseimbangan antara kewajiban (memenuhi hak mereka) dan keikhlasan (melakukan itu semua karena cinta dan mencari ridha Allah). Kerendahan hati yang tulus adalah kunci utama untuk memastikan bahwa bakti kita diterima di sisi-Nya. Ayat ini menjadi pengingat abadi bahwa tidak ada jasa yang dapat dibalas setimpal dengan jasa orang tua, kecuali dengan memohonkan rahmat Allah untuk mereka.

Ayat ini diletakkan setelah perintah untuk tidak menyekutukan Allah dan perintah berbuat baik kepada kerabat dekat, menunjukkan betapa tingginya kedudukan berbakti kepada orang tua dalam ajaran Islam.

🏠 Homepage