50 Contoh Akhlak Mazmumah (Tercela) dalam Islam

Mengenali dan Menghindari Sifat Buruk

STOP Ilustrasi Mencela Akhlak Buruk

Akhlak dalam Islam terbagi menjadi dua kategori utama: Akhlak Mahmudah (terpuji) dan Akhlak Mazmumah (tercela). Akhlak mazmumah adalah sifat-sifat negatif yang harus dijauhi oleh setiap Muslim karena dapat merusak hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan diri sendiri. Memahami dan mengenali sifat-sifat ini adalah langkah pertama menuju perbaikan diri.

Berikut adalah rangkuman 50 contoh akhlak mazmumah yang perlu diwaspadai dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar 50 Contoh Akhlak Mazmumah

  1. Syirik: Mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.
  2. Kufur: Menolak kebenaran atau mengingkari nikmat Allah.
  3. Nifaq (Kemunafikan): Bersikap berpura-pura baik di depan orang lain tetapi memiliki niat buruk.
  4. Riya': Melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji manusia.
  5. Ujub: Merasa diri lebih baik atau lebih hebat dari orang lain.
  6. Sombong (Takabbur): Merasa diri paling benar dan merendahkan orang lain.
  7. Hasad (Dengki): Tidak suka melihat kesenangan pada orang lain dan ingin kesenangan itu hilang.
  8. Ghibah (Menggunjing): Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun benar.
  9. Namimah (Adu Domba): Menyebarkan berita bohong untuk menimbulkan permusuhan.
  10. Fitnah: Mencemarkan nama baik seseorang dengan kebohongan.
  11. Dusta/Bohong: Memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
  12. Khianat: Mengingkari janji atau mengkhianati kepercayaan.
  13. Ghadhab (Marah Berlebihan): Tidak mampu mengendalikan emosi hingga melakukan hal yang dilarang.
  14. Tamak (Serakah): Keinginan yang berlebihan terhadap harta duniawi.
  15. Kikir/Bakhil: Menolak mengeluarkan harta untuk kebaikan.
  16. Ghabah (Bicara Kotor): Menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan kasar.
  17. Cinta Dunia (Hubbuddunya): Terlalu fokus pada kenikmatan duniawi hingga melupakan akhirat.
  18. Malas: Keengganan untuk melakukan ketaatan atau pekerjaan yang bermanfaat.
  19. Putus Asa dari Rahmat Allah: Kehilangan harapan bahwa Allah akan mengampuni atau menolong.
  20. Ghurur (Tertipu): Merasa aman dari siksa Allah karena amalnya yang sedikit.
  21. Jahil (Bodoh): Ketidaktahuan terhadap ajaran agama atau hal-hal yang wajib diketahui.
  22. Arogan: Sikap angkuh dan meremehkan orang lain.
  23. Ghamam (Pendendam): Menyimpan dendam kesumat dalam hati.
  24. Takhayyul (Terlalu Berkhayal): Menghabiskan waktu untuk hal yang tidak realistis dan melalaikan kewajiban.
  25. Hasud (Iri Hati): Merasa sedih jika melihat orang lain mendapatkan nikmat.
  26. Israf (Pemborosan): Menggunakan sesuatu secara berlebihan dan mubazir.
  27. Tabdzir (Menghambur-hamburkan): Membuang-buang harta tanpa manfaat.
  28. Ghasab: Mengambil hak orang lain secara paksa tanpa izin.
  29. Intiqam (Dendam): Keinginan kuat untuk membalas kejahatan yang dilakukan orang lain.
  30. Syahwat: Mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan syariat.
  31. Mujaharah (Menampakkan Dosa): Menceritakan dosa yang telah dilakukan kepada orang lain.
  32. Nesyab (Menyalahkan Orang Lain): Selalu mencari kambing hitam atas kegagalan diri sendiri.
  33. Ghaliz (Keras Kepala): Sulit menerima nasihat atau kebenaran.
  34. Tamassuk bil ‘Adah (Terikat Kebiasaan Buruk): Terus menerus melakukan kebiasaan buruk meskipun sudah dilarang.
  35. Zhalim (Aniaya): Melakukan ketidakadilan terhadap orang lain.
  36. Maksiat: Melanggar perintah Allah SWT.
  37. Ghalat (Salah Kaprah): Berkeyakinan atau beramal yang menyimpang dari ajaran agama.
  38. Tasyayyu' (Menunda-nunda Taubat): Menunda pertaubatan hingga batas waktu yang tidak pasti.
  39. Dhikrullah Muhmal (Lalai dari Berzikir): Melalaikan mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  40. Takhawwuf (Takut yang Berlebihan): Takut yang menyebabkan melalaikan ibadah atau kewajiban karena terlalu takut pada makhluk.
  41. Al-A'raj (Kesombongan dalam Berjalan): Berjalan dengan gaya yang menunjukkan keangkuhan.
  42. Al-Malakah (Ketergantungan): Bergantung sepenuhnya pada selain Allah dalam segala urusan.
  43. Al-Ifarat (Berlebihan dalam Segalanya): Melampaui batas dalam segala perbuatan, baik dalam agama maupun dunia.
  44. Al-Ta'asshub (Fanatisme Buta): Membela pendapat atau kelompok tanpa dasar kebenaran yang jelas.
  45. Al-Hujjah (Suka Berdebat): Senang berdebat kusir hanya untuk memenangkan argumen.
  46. Al-Tashabbuh bil Kuffar: Menyerupai gaya hidup atau perilaku orang-orang kafir yang jelas bertentangan dengan syariat.
  47. Al-Ghiflah (Lengah): Tidak waspada terhadap tipu daya setan dan kemaksiatan.
  48. Al-Ukhuwwah (Memutus Persaudaraan): Memutuskan tali persaudaraan atau pertemanan tanpa alasan syar'i yang kuat.
  49. Al-I'tibar (Menyalahkan Takdir): Merasa bahwa musibah yang menimpa adalah murni kesalahan takdir tanpa introspeksi diri.
  50. Al-Sujud li Dhill (Memuja Pujian): Mencari keridhaan manusia melalui sanjungan dan pujian.

Menjauhi akhlak mazmumah adalah kunci utama dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencapai ketenangan batin.

🏠 Homepage