Al-Qur'an adalah pedoman hidup yang mencakup berbagai aspek etika, moralitas, dan spiritualitas. Salah satu ayat yang menekankan pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua adalah Surah Al-Isra' (atau Bani Israil) ayat ke-25. Ayat ini sering dikutip sebagai pengingat universal tentang kewajiban menghormati dan berbakti kepada ayah dan ibu.
Memahami makna mendalam dari ayat ini sangat penting bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut adalah teks Arab, transliterasi, dan terjemahan lengkap dari Al Isra ayat 25.
Transliterasi:
Wa qaḍā rabbuka allā ta‘budū illā iyyāhu wabilwālidayni iḥsānan, immā yablughanna ‘indakal-kibara aḥaduhumā aw kilāhumā falā taqul lahumā ‘uffin walā tanharhumā waqul lahumā qawlan karīmā.
“Dan Tuhanmu telah menetapkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berusia lanjut (dalam pemeliharaanmu), maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu menghardik mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Ayat ini, yang merupakan bagian dari rangkaian perintah penting dalam Al-Qur'an, dimulai dengan penegasan tauhid (mengesakan Allah SWT) sebagai hak utama. Setelah perintah untuk tidak menyekutukan Allah, langsung diikuti oleh perintah untuk berbuat ihsan (kebaikan) kepada kedua orang tua. Urutan ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan berbakti kepada orang tua dalam Islam, setara dengan hak Allah setelah hak tauhid itu sendiri.
Penekanan pada kondisi "hingga usia lanjut" (yablughanna 'indakal-kibara) adalah poin krusial. Ketika orang tua telah mencapai usia renta, kebutuhan mereka akan perhatian dan kesabaran meningkat drastis. Pada fase ini, seorang anak dilarang keras mengucapkan kata sekecil apapun yang menunjukkan kejengkelan, yaitu kata 'uff' (أُفٍّ).
Kata 'uff' dalam bahasa Arab adalah ungkapan kejijikan atau ketidaksenangan yang paling minimal. Jika hal sekecil itu saja dilarang, apalagi tindakan yang lebih kasar seperti membentak atau menghardik (walā tanharhumā). Islam mengajarkan bahwa menghadapi orang tua yang lemah dan mungkin rewel di usia tua harus dihadapi dengan ketenangan dan penghormatan tertinggi.
Perintah terakhir dalam ayat ini adalah "ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (qawlan karīmā)". Perkataan mulia ini mencakup nada bicara yang lembut, bahasa yang sopan, pujian, doa, dan janji untuk selalu melayani mereka dengan penuh hormat. Ini adalah manifestasi nyata dari ihsan yang diperintahkan.
Kesimpulannya, Al Isra ayat 25 adalah cetak biru etika interaksi anak terhadap orang tua. Ayat ini tidak hanya melarang perbuatan buruk, tetapi juga memerintahkan penggantiannya dengan perlakuan terbaik, terutama saat orang tua memasuki fase membutuhkan perhatian ekstra. Kepatuhan terhadap ayat ini adalah bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT.