Al-Qur'an, kalamullah yang mulia, memuat banyak sekali petunjuk, peringatan, dan kisah-kisah penting bagi umat manusia. Salah satu ayat yang sering menjadi sorotan karena mengandung pesan mendasar tentang keadilan dan konsekuensi perbuatan adalah Surah Al-Isra ayat 17 (juga dikenal sebagai Surah Bani Israil).
Ayat ini merupakan peringatan keras dari Allah SWT kepada kaum yang menolak kebenaran dan merusak tatanan sosial serta moral. Ayat ini secara eksplisit menyinggung nasib kaum-kaum terdahulu yang telah dihancurkan karena kedurhakaan mereka, sebagai pelajaran bagi generasi yang hidup sesudahnya.
Ilustrasi representasi peringatan kehancuran peradaban masa lalu.
Ayat ke-17 dari Surah Al-Isra (atau Al-Isra: 17) berbunyi:
Ayat ini sering kali dibahas dalam konteks ketika Allah SWT memperingatkan tentang kaum-kaum terdahulu yang mencoba mengelabui ajaran tauhid atau berusaha menyingkirkan para nabi. Ketika orang-orang kafir Mekah pada masa Rasulullah SAW melakukan makar (tipu daya) untuk menggagalkan dakwah Islam, ayat ini turun sebagai penegasan bahwa makar dan rencana jahat mereka tidak akan pernah berhasil di hadapan kekuasaan dan ilmu Allah SWT yang Maha Luas.
Kata kunci utama dalam ayat ini adalah "makar" (merancangkan tipu daya). Dalam terminologi Qur'ani, makar bisa merujuk pada perencanaan jahat, konspirasi, atau upaya sistematis untuk menyesatkan orang lain dari jalan yang benar. Kaum yang mendustakan kebenaran seringkali mengandalkan kecerdasan dan strategi duniawi mereka untuk melawan wahyu ilahi.
Pernyataan "dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya" (wa Allahu khairul makirin) adalah penegasan puncak. Ini tidak berarti bahwa Allah SWT melakukan kejahatan atau tipu daya dalam artian negatif. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa rencana Allah SWT selalu lebih unggul, lebih terencana, dan pasti akan menggagalkan setiap rencana buruk yang dibuat oleh makhluk-Nya.
Dalam konteks ini, "membalas tipu daya" berarti bahwa ketika musuh merencanakan kejatuhan kaum beriman, Allah SWT memiliki strategi yang jauh lebih tinggi untuk melindungi kebenaran dan membalikkan keadaan, sehingga rencana buruk itu kembali menimpa pelakunya sendiri. Ini adalah janji perlindungan bagi orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran.
Al-Isra ayat 17 memberikan beberapa pelajaran penting:
Ayat ini menegaskan prinsip fundamental dalam keyakinan Islam: bahwa meskipun kebatilan mungkin terlihat kuat sesaat dan berhasil melancarkan serangan atau tipu daya, pada akhirnya kebenaran yang diusung oleh Allah SWT akan selalu menang dan menggagalkan segala bentuk kemungkaran. Oleh karena itu, orang beriman diajarkan untuk bersabar, tawakal, dan senantiasa memperbaiki diri, karena Allah adalah sebaik-baik tempat kembali dan sebaik-baik pembela.