Surah Az-Zalzalah (Kegempaan) adalah surat ke-99 dalam Al-Qur'an yang memiliki fokus kuat pada penggambaran peristiwa dahsyat yang akan terjadi di akhir zaman, yaitu hari kiamat. Ayat 1 hingga 5 surat ini secara lugas dan mengerikan mendeskripsikan bagaimana bumi akan diguncang dengan guncangan terkuatnya, menandakan dimulainya perhitungan amal manusia.
Memahami ayat-ayat awal ini sangat penting karena memberikan peringatan keras tentang kekuasaan mutlak Allah SWT dan pertanggungjawaban atas setiap perbuatan, sekecil apapun itu, yang telah dilakukan di muka bumi.
Teks dan Terjemahan Al-Zalzalah Ayat 1-5
Analisis dan Makna Mendalam
Ayat pertama, "Idzaa zulzilatil ardu zilzaalahaa," langsung membuka gambaran kengerian yang tak terbayangkan. Kata 'zilzaalahaa' (guncangan yang dahsyat/puncak guncangan) menunjukkan intensitas gempa bumi yang melampaui semua skala yang pernah dialami manusia di dunia. Ini bukan gempa biasa; ini adalah guncangan final yang menjadi penanda dimulainya Hari Kiamat.
Selanjutnya, ayat kedua menjelaskan apa yang terjadi setelah guncangan itu: "Wa akhrajatil ardu atsqoolahaa." Bumi akan memuntahkan semua beban tersembunyi di perutnya. Dalam konteks tafsir, "atsqoolahaa" (beban-beban beratnya) dapat diartikan secara harfiah sebagai semua harta karun, mayat, logam, dan segala sesuatu yang terpendam di kedalaman bumi. Seluruh rahasia material bumi akan terungkap ke permukaan.
Reaksi Manusia dan Kesaksian Bumi
Kengerian ini memicu reaksi spontan dari manusia. Ayat ketiga, "Wa qoolal insaanu ma lahaa," menggambarkan kebingungan total manusia. Mereka yang menyaksikan fenomena ini akan bertanya-tanya, "Apa yang terjadi pada bumi?" Kebingungan ini wajar, sebab segala hukum alam yang mereka kenal selama ini telah hancur lebur.
Puncak dari lima ayat pertama adalah yang paling menarik dari sisi teologis: "Yawma-idzin tuhadditsu akhbaarahaa." Pada hari itu, bumi yang selama ini menjadi saksi bisu setiap perbuatan manusia, dari yang tersembunyi hingga yang tampak, akan dipaksa berbicara dan menceritakan semuanya. Bumi akan menjadi saksi yang adil tanpa bisa berbohong. Setiap langkah kaki, setiap pertengkaran, setiap kebaikan, dan setiap kejahatan yang terjadi di atas permukaannya akan diungkapkan.
Mengapa bumi bisa bersaksi? Ayat kelima memberikan jawabannya: "Bi-anna rabbaka awhaa lahaa." Allah SWT, Sang Pencipta, telah memberikan izin dan perintah (wahyu) kepada bumi untuk berbicara. Ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun kejadian di alam semesta ini yang lepas dari pengetahuan dan kuasa Allah.
Implikasi Iman dalam Ayat-Ayat Ini
Ayat 1 sampai 5 Al-Zalzalah memiliki implikasi iman yang mendalam bagi seorang Muslim. Pertama, ayat-ayat ini mengukuhkan kebenaran akan adanya Hari Kebangkitan (Kiamat) yang pasti akan terjadi. Kengerian yang digambarkan seharusnya mendorong seorang mukmin untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri.
Kedua, pengungkapan isi bumi dan kesaksian bumi menanamkan prinsip bahwa dunia ini adalah medan ujian. Tidak ada tempat bersembunyi dari pertanggungjawaban. Bahkan, tempat yang kita anggap paling aman atau tersembunyi pun akan menjadi saksi kita di hadapan Allah. Hal ini mendorong peningkatan kualitas amal dan menjaga lisan, karena segala sesuatu yang kita lakukan terekam dan akan dibacakan oleh bumi itu sendiri.
Memahami Az-Zalzalah adalah pengingat bahwa kehidupan duniawi ini hanyalah sementara, dan guncangan terbesar adalah saat kita berdiri di hadapan Allah untuk menerima putusan atas catatan amal yang telah disampaikan oleh bumi tempat kita berpijak.