Berapa CC Yamaha RX King? Menggali Jantung Pacu Legenda 2 Tak Indonesia

Jawaban Pasti Kapasitas Mesin Sang Raja Jalanan

Mahkota Raja Jalanan - Simbol RX King THE KING

Simbol kegagahan Yamaha RX King, sang Raja Jalanan.

Menjawab Pertanyaan Fundamental: Berapa Kapasitas Silinder RX King?

Pertanyaan mengenai kapasitas mesin, atau Centimeter Kubik (CC), pada motor legendaris Yamaha RX King adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh penggemar otomotif, baik kolektor sejati maupun generasi baru yang penasaran dengan aura motor 2-tak ini. Kapasitas mesin adalah identitas teknis sebuah kendaraan yang sangat menentukan karakter performa, konsumsi bahan bakar, hingga klasifikasi pajak.

Tanpa bertele-tele, jawaban definitif dan resmi untuk semua varian Yamaha RX King yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari model RX-K (awal 80-an) hingga model terakhir (RX King New), adalah:

Kapasitas Mesin Yamaha RX King adalah 135 CC (Seratus Tiga Puluh Lima Sentimeter Kubik).

Angka 135cc ini adalah kunci dari performa eksplosif dan reputasi kecepatan yang dimiliki RX King. Ini adalah volume total yang disapu oleh piston di dalam silinder, yang kemudian dikombinasikan dengan teknologi mesin dua langkah (2-stroke) yang terkenal akan efisiensi tenaganya per putaran mesin. Meskipun angka 135cc tergolong "nanggung" jika dibandingkan dengan motor sport 4-tak modern yang umumnya 150cc, pada era 2-tak, kapasitas 135cc ini sudah menempatkan RX King pada takhta tertinggi di kelas motor sport harian.

Detail Teknis Angka 135cc: Bore, Stroke, dan Volume Silinder

Untuk memahami mengapa kapasitas 135cc pada RX King begitu istimewa, kita harus membedah dimensi internal mesin yang menghasilkan volume tersebut. Kapasitas mesin dihitung berdasarkan diameter silinder (Bore) dan jarak pergerakan piston (Stroke). Rumus volumetrik inilah yang mengunci angka 135cc tersebut.

Spesifikasi Dimensi Mesin 135cc

Secara teknis, mesin Yamaha RX King memiliki spesifikasi dimensi sebagai berikut:

Jika kita masukkan angka-angka tersebut ke dalam perhitungan volume silinder (Volume = (π/4) x Bore² x Stroke), hasilnya akan sangat mendekati 135cc. Angka yang presisi dan konsisten ini menjadi dasar klasifikasi kendaraan, dokumen STNK, hingga penentuan suku cadang. Perlu dicatat, walaupun memiliki beberapa generasi yang berbeda (RX King Cobra, Master, hingga New), Yamaha secara ketat mempertahankan dimensi Bore 58 mm x Stroke 50 mm ini untuk menjaga karakter khas 135cc-nya.

Peran Teknologi 2-Tak pada Kapasitas 135cc

Salah satu aspek yang seringkali disalahpahami adalah perbandingan antara 135cc 2-tak dengan 135cc 4-tak. Dalam konteks performa, mesin 2-tak (dua langkah) menghasilkan tenaga pada setiap putaran poros engkol (dua langkah), sementara mesin 4-tak (empat langkah) hanya menghasilkan tenaga pada setiap dua putaran poros engkol. Sederhananya, mesin 2-tak menghasilkan dua kali lebih banyak langkah kerja daripada 4-tak pada putaran yang sama.

Inilah yang membuat 135cc RX King terasa sangat bertenaga dan responsif. Kekuatan sesungguhnya dari motor ini bukanlah hanya terletak pada angka 135cc, tetapi pada cara mesin 2-tak memanfaatkan volume 135cc tersebut. Daya kuda maksimal RX King standar berada di rentang 18,5 PS pada putaran mesin yang relatif tinggi, sebuah angka yang sulit disaingi oleh motor 4-tak dengan kapasitas yang sama atau bahkan sedikit lebih besar pada masanya.

Diagram Mesin 2 Tak RX King 135 CC

Ilustrasi sederhana pergerakan piston di dalam silinder yang menghasilkan kapasitas 135cc.

Sejarah dan Konsistensi Kapasitas 135cc Sepanjang Generasi RX

RX King bukanlah motor yang muncul tiba-tiba. Ia adalah hasil evolusi panjang dari seri RX yang dimulai pada era 70-an. Menariknya, evolusi desain dan fitur sangat dinamis, namun kapasitas mesin 135cc pada King series hampir selalu dipertahankan sebagai ciri khas performa puncaknya di Indonesia.

Dari RX 100 dan RX 125 Menuju 135cc

Sebelum King hadir, Yamaha telah memperkenalkan beberapa varian di bawahnya. RX-100 (100cc) dan RX-125 Twin (walaupun varian 125cc kurang populer) sempat mengaspal. Namun, ketika Yamaha memutuskan untuk merilis penerus yang lebih bertenaga dan modern, mereka memilih konfigurasi 135cc. Keputusan ini diambil karena kapasitas 135cc dianggap sebagai titik optimal antara performa beringas dan efisiensi harian yang dibutuhkan pasar Indonesia pada saat itu.

Generasi Utama RX King yang Tetap 135cc

Meskipun memiliki perbedaan signifikan pada sistem pendinginan (Sirip vs. YCLS), desain bodi, dan teknologi YPVS (pada versi impor/RXZ), kapasitas mesin dasarnya selalu terpatri pada angka 135cc. Konsistensi ini memastikan bahwa terlepas dari tahun produksinya, identitas performa King tetap sama.

Konsistensi kapasitas 135cc selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa Yamaha telah menemukan "sweet spot" performa yang tak lekang oleh waktu. Setiap modifikasi dan perbaikan yang dilakukan Yamaha berfokus pada peningkatan efisiensi pembakaran dan penyaluran tenaga, bukan pada penambahan volume silinder dasar.

Analisis Detail Spesifikasi Teknis Mesin 135cc RX King

Untuk melengkapi pemahaman tentang mesin 135cc, berikut adalah rincian spesifikasi yang membuat motor ini menjadi sebuah ikon kecepatan. Memahami detail ini penting, terutama bagi mereka yang ingin melakukan restorasi atau modifikasi, karena setiap komponen harus sesuai dengan karakteristik 135cc 2-tak.

Komponen Spesifikasi Detail Teknis
Tipe Mesin 2 Langkah (2-Stroke), Pendingin Udara
Kapasitas Silinder 135 CC
Diameter x Langkah (Bore x Stroke) 58.0 mm x 50.0 mm
Rasio Kompresi Rata-rata 6.9:1 (Variasi tipis antar generasi)
Tenaga Maksimal Sekitar 18.5 PS (pada 9.000 rpm)
Torsi Maksimal Sekitar 1.54 Kgf.m (pada 8.000 rpm)
Sistem Pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition)
Transmisi 5 Kecepatan, Manual
Sistem Pelumasan Autolube (Oli Samping Terpisah)

Fokus utama dari desain 135cc ini adalah tenaga maksimum yang dicapai pada putaran mesin tinggi. Dengan rasio kompresi yang relatif rendah (khas 2-tak), motor ini mampu berakselerasi sangat cepat, sebuah ciri khas yang menjadi daya tarik utamanya di jalanan.

Mengapa 135cc RX King Begitu Berpengaruh di Budaya Otomotif?

Dalam konteks modern, motor dengan kapasitas mesin 135cc mungkin terdengar biasa saja, terutama jika dibandingkan dengan motor-motor sport 250cc 4-tak. Namun, pada era keemasan RX King, 135cc adalah penanda superioritas dan dominasi performa. Ada beberapa faktor budaya dan teknis yang menjadikan angka 135cc begitu ikonik.

1. Kekuatan Rasio Power-to-Weight

RX King adalah motor yang sangat ringan. Berat keringnya rata-rata hanya sekitar 100-105 kg, tergantung varian. Ketika kapasitas mesin 135cc yang bertenaga 18.5 PS dipadukan dengan bobot yang ringan ini, hasilnya adalah rasio power-to-weight yang fantastis. Rasio ini menghasilkan akselerasi yang sangat responsif, terutama pada putaran menengah ke atas (tenaga jambakan setan), yang menjadi ciri khas 135cc RX King.

2. Suara Knalpot dan Oli Samping

Tidak mungkin membicarakan RX King tanpa menyebut suaranya. Mesin 135cc 2-tak menghasilkan suara khas "nguing-nguing" yang nyaring dan aroma oli samping yang terbakar. Ini bukan hanya fenomena teknis, melainkan bagian dari identitas budaya. Suara ini, yang dihasilkan oleh pembakaran gas dari volume 135cc, langsung mengasosiasikan motor ini dengan kecepatan dan kebebasan.

Simbol Oli Samping 2-Tak OIL FUEL

Pelumasan Autolube adalah bagian vital dari mesin 135cc 2-tak.

3. Basis Modifikasi yang Fleksibel

Kapasitas 135cc memberikan ruang modifikasi yang sangat besar. Karena desain 2-tak memungkinkan porting (pengaturan jalur masuk dan keluar gas), mekanik dapat memodifikasi blok silinder 135cc standar untuk menghasilkan tenaga yang jauh lebih besar. Dari sekadar mengganti knalpot (knalpot kolong), hingga bore-up ekstrim, semua berakar pada fondasi mesin 135cc yang kuat.

135cc Melawan Pesaing: Posisi RX King di Kelas Sport 2-Tak

Di pasar otomotif Indonesia pada era 90-an hingga awal 2000-an, kelas sport 2-tak adalah arena pertempuran sengit. Kapasitas 135cc menempatkan RX King pada posisi yang unik, sedikit di atas motor sport kelas bawah, tetapi di bawah monster 150cc.

RX King 135cc vs. Suzuki RGR 150cc

Kompetitor utama RX King dari Suzuki adalah RGR. RGR memiliki kapasitas mesin yang sedikit lebih besar, yakni 150cc. Meskipun RGR menawarkan top speed yang superior berkat kapasitas yang lebih besar dan sistem pendingin udara yang lebih efisien (pada beberapa versi), RX King 135cc seringkali unggul dalam hal akselerasi awal dan torsi menengah, terutama di perkotaan. Perbedaan 15cc ini adalah garis pemisah yang menentukan preferensi pasar; 135cc RX King dianggap lebih lincah dan agresif pada putaran bawah.

RX King 135cc vs. Kawasaki Ninja R 150cc

Ketika Ninja 150cc mulai mendominasi pasar, RX King 135cc mulai merasa tertekan. Ninja 150cc (dengan teknologi KIPS) menawarkan kapasitas yang lebih besar dan pendingin cairan, menghasilkan tenaga yang jauh lebih tinggi. Namun, komunitas RX King tetap mempertahankan 135cc sebagai identitas murni 2-tak klasik yang sederhana, mudah dirawat, dan legendaris. Bahkan, motor balap road race sering memiliki kelas khusus 135cc standar pabrikan, mengukuhkan angka tersebut sebagai patokan.

Intinya, kapasitas 135cc yang dimiliki RX King adalah pilihan strategis Yamaha untuk menciptakan keseimbangan yang tepat antara harga, kemudahan perawatan (pendingin udara), dan performa buas yang dibutuhkan oleh "Raja Jalanan".

Merawat Mesin 135cc: Tips Khusus untuk Motor 2-Tak

Kepemilikan RX King 135cc memerlukan pemahaman khusus tentang sifat mesin dua langkah. Perawatan yang tepat sangat penting untuk menjaga performa puncak mesin 135cc tersebut dan mencegah kerusakan fatal. Perbedaan mendasar antara 2-tak dan 4-tak berpusat pada sistem pelumasan dan pembakaran.

1. Pelumasan Oli Samping yang Tepat

Karena mesin 135cc ini menggunakan sistem Autolube, oli samping harus selalu dicek dan diisi ulang. Oli samping (2T oil) adalah yang melumasi komponen vital seperti piston, ring piston, dan dinding silinder. Kualitas oli sangat mempengaruhi umur dan performa 135cc. Menggunakan oli berkualitas rendah atau kehabisan oli samping dapat menyebabkan piston macet (seizure) karena kurangnya pelumasan.

2. Perawatan Karburator dan Settingan Udara

Karburator pada RX King bertugas mencampur bahan bakar dan udara untuk dimasukkan ke ruang bakar 135cc. Setelan (setting) karburator harus presisi. Setelan yang terlalu kering (miskin bahan bakar) dapat meningkatkan suhu mesin dan merusak piston, sementara setelan yang terlalu basah (kaya bahan bakar) menyebabkan performa loyo dan asap berlebihan.

3. Kebersihan Knalpot dan Ruang Bakar

Mesin 2-tak 135cc cenderung meninggalkan residu karbon (kerak) di ruang bakar dan saluran knalpot. Kerak ini, jika dibiarkan menumpuk, akan mengurangi volume ruang bakar efektif dan mengganggu aliran gas buang, yang pada akhirnya menurunkan performa 135cc. Pembersihan knalpot (biasanya dengan cara dibakar atau direndam) secara berkala adalah ritual wajib bagi pemilik King.

4. Pengecekan Blok Mesin (Blok YP dan Y)

Bagi kolektor, menjaga kondisi blok mesin asli (terutama blok Y-P yang legendaris) sangat vital. Blok ini adalah rumah dari ruang bakar 135cc. Kesehatan dinding silinder dan porting menentukan seberapa maksimal tenaga 135cc dapat dikeluarkan. Kerusakan pada blok, seperti baret, harus segera ditangani dengan teknik Oversize atau ganti liner.

Modifikasi Kapasitas Mesin: Ketika 135cc Diubah

Meskipun performa 135cc standar sudah luar biasa, dunia modifikasi RX King sangatlah dinamis. Banyak pemilik yang mencoba meningkatkan kapasitas mesinnya untuk keperluan balap (drag race atau road race) atau sekadar mencari tenaga yang lebih brutal. Proses peningkatan kapasitas ini dikenal sebagai Bore Up.

Bore Up: Melampaui 135cc

Bore Up dilakukan dengan memperbesar diameter piston (Bore). Jika diameter piston standar adalah 58.0 mm, mekanik dapat menggantinya dengan piston yang lebih besar, misalnya 59.0 mm atau bahkan 60.0 mm. Begitu Bore diperbesar, kapasitas silinder otomatis meningkat, melampaui 135cc. Motor yang telah di-bore up mungkin memiliki kapasitas 140cc, 150cc, atau bahkan lebih.

Namun, perlu diingat, begitu kapasitas dasar 135cc diubah:

Oleh karena itu, kebanyakan kolektor murni dan penggemar harian memilih untuk mempertahankan kapasitas 135cc aslinya dan fokus pada penyetelan knalpot (porting) dan karburator yang optimal, karena inilah yang diyakini sebagai identitas sejati "King" yang disetujui pabrikan.

Kesimpulan Akhir Mengenai Kapasitas Mesin RX King

Yamaha RX King adalah salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepeda motor Indonesia. Kapasitas mesinnya, 135cc, adalah penanda performa yang fundamental, bukan hanya sekadar angka teknis, tetapi juga cerminan dari filosofi desain Yamaha dalam menciptakan motor 2-tak yang ringan, bertenaga, dan mudah dikendarai.

Meskipun produksi motor ini telah lama dihentikan, warisan dari mesin 135cc ini tetap hidup melalui komunitas yang aktif dan harga jual yang terus melambung tinggi. Keunikan mesin 135cc 2-tak yang menghasilkan tenaga besar dan akselerasi instan menjadikannya motor yang memiliki tempat khusus di hati para pecinta kecepatan.

Setiap pemilik RX King pada dasarnya memiliki sebuah artefak sejarah otomotif yang ditenagai oleh jantung pacu 135cc yang ikonik. Menjaga keaslian kapasitas mesin ini berarti mempertahankan DNA sejati Sang Raja Jalanan.

Mengupas Tuntas Seluk Beluk Konfigurasi Mesin 135cc: Sebuah Analisis Mendalam

Untuk benar-benar menghargai mesin Yamaha RX King, kita harus memahami mengapa konfigurasi 135cc, yang didapat dari Bore 58.0 mm dan Stroke 50.0 mm, dianggap sebagai kombinasi yang sangat ideal untuk performa jalanan. Konfigurasi ini adalah kombinasi "over-square" (diameter silinder lebih besar daripada langkah piston), meskipun perbedaannya tidak terlalu ekstrem.

Karakteristik Over-Square 58 x 50 mm

Pada mesin, rasio Bore terhadap Stroke sangat menentukan karakter keluaran tenaga. Rasio 58:50 (1.16:1) pada 135cc RX King mengarah pada karakteristik yang mendukung putaran mesin tinggi (high RPM). Piston memiliki jarak tempuh yang lebih pendek (hanya 50 mm), memungkinkan piston bergerak lebih cepat dan mengurangi gaya inersia. Inilah mengapa RX King begitu mudah meraung hingga mencapai 9.000 rpm, tempat ia mencapai daya kuda puncaknya (18.5 PS).

Mesin 135cc dengan stroke pendek ini dirancang untuk mencapai kecepatan maksimum yang cepat, menjadikannya superior saat beradu lari di trek lurus. Desain ini, yang menekankan pada efisiensi volumetric pada putaran tinggi, adalah rahasia di balik reputasi King sebagai motor tercepat di kelasnya selama bertahun-tahun.

Sistem Induksi dan Pembakaran 135cc

Pembakaran pada mesin 135cc RX King dikontrol oleh sistem induksi yang sederhana namun efektif. Menggunakan reed valve (katup membran), campuran udara dan bahan bakar ditarik dari karburator ke dalam karter sebelum dipindahkan ke ruang bakar. Reed valve harus dalam kondisi prima agar proses pengisian volume 135cc berjalan maksimal. Reed valve yang rusak akan menyebabkan kehilangan kompresi dan performa mesin 135cc akan menurun drastis.

Selain itu, sistem pengapian CDI pada RX King 135cc memiliki kurva pengapian yang dioptimalkan untuk performa jalanan. Pengapian harus tepat waktu untuk membakar campuran udara/bahan bakar di volume 135cc, menghasilkan ledakan yang mendorong piston dengan kuat. Busi yang tepat dan koil yang sehat adalah elemen vital dalam menjaga efisiensi pembakaran mesin 135cc.

Perawatan Mendalam Komponen Kritis 135cc

Mempertahankan kondisi mesin 135cc agar tetap prima seperti baru keluar dari pabrik adalah tantangan besar, mengingat usia motor ini yang rata-rata sudah lebih dari dua puluh tahun. Setiap komponen mesin 135cc memiliki peran krusial.

Kruk As dan Bantalan (Bearing)

Kruk as (crankshaft) pada mesin 135cc harus bekerja keras menahan tekanan dari pembakaran 2-tak yang intens. Karena mesin 2-tak menghasilkan daya setiap putaran, kruk as menerima beban yang lebih sering dibandingkan 4-tak. Kerusakan pada bearing kruk as seringkali ditandai dengan suara bising di bagian tengah mesin dan getaran berlebihan. Kualitas bearing sangat penting untuk menjaga keseimbangan putaran mesin 135cc.

Perawatan Silinder Head

Silinder head mesin 135cc, meskipun sederhana karena tidak memiliki mekanisme katup, rentan terhadap penumpukan kerak. Kerak karbon ini bisa mengurangi volume ruang bakar 135cc, meningkatkan rasio kompresi secara tidak terkontrol (mengakibatkan detonasi atau 'ngelitik'), dan mengurangi efisiensi panas. Pembersihan rutin (porting polish) pada head sangat direkomendasikan untuk mempertahankan keluaran tenaga 135cc yang optimal.

Transmisi 5 Kecepatan

Yamaha RX King 135cc menggunakan transmisi manual 5 kecepatan. Transmisi ini dirancang untuk menyalurkan torsi instan khas 2-tak. Perawatan oli transmisi (oli mesin biasa pada 4-tak) sangat penting. Rasio gigi yang presisi memungkinkan pengendara memanfaatkan sepenuhnya tenaga 135cc pada setiap perpindahan gigi, dari akselerasi rendah hingga kecepatan tinggi.

Kontribusi Yamaha Energy Induction System (YEIS) pada Mesin 135cc

Salah satu teknologi yang sering dilupakan namun sangat berperan dalam efisiensi mesin 135cc RX King adalah YEIS (Yamaha Energy Induction System). YEIS adalah sebuah resonator kecil yang terhubung ke manifold intake, yang berfungsi untuk memanfaatkan tekanan balik gas yang tidak terbakar secara sempurna kembali ke ruang bakar.

Fungsi YEIS

Ketika piston bergerak naik pada langkah kompresi, sebagian campuran udara/bahan bakar yang baru masuk mungkin terdorong kembali ke karburator. YEIS menyimpan campuran gas ini dan mengembalikannya ke intake manifold ketika piston mulai turun. Manfaat utama YEIS pada mesin 135cc adalah:

  1. Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar: Memastikan sedikit bahan bakar terbuang percuma.
  2. Perbaikan Torsi Rendah: Memberikan sedikit dorongan torsi pada putaran mesin rendah, yang sering menjadi kelemahan motor 2-tak.
  3. Stabilitas Performa 135cc: Membantu menjaga konsistensi pembakaran di seluruh rentang RPM.

Dengan adanya YEIS, mesin 135cc RX King mampu memberikan performa yang eksplosif tanpa mengorbankan terlalu banyak efisiensi, yang sangat penting untuk motor harian yang juga memiliki potensi balap.

Aspek Kultural dan Sosiologis Angka 135cc

Dalam konteks sosial Indonesia, angka 135cc pada RX King membawa beban sejarah yang unik. Motor ini tidak hanya dilihat sebagai alat transportasi, tetapi sebagai simbol status dan identitas. Angka 135cc seringkali diasosiasikan dengan motor yang "nakal" dan "berani".

Raja Jalanan dan Citra Performa

Julukan "Raja Jalanan" tidak akan melekat tanpa dukungan performa yang brutal dari mesin 135cc. Di jalanan, RX King dikenal mampu mengalahkan motor-motor dengan kapasitas yang lebih besar. Fenomena ini menciptakan mitos bahwa 135cc pada RX King setara atau bahkan lebih baik daripada mesin 4-tak 150cc pada masanya.

Klub dan Komunitas 135cc

Komunitas RX King sangat terikat pada identitas 135cc. Pertemuan klub sering kali menjadi ajang pamer motor dengan kondisi standar pabrik, di mana keaslian kapasitas 135cc dan blok mesin menjadi poin kebanggaan. Setiap diskusi teknis dalam komunitas selalu berputar pada cara memaksimalkan potensi 135cc tanpa mengubah bore/stroke aslinya.

Bagi mereka, mempertahankan 135cc adalah bentuk penghormatan terhadap rekayasa Yamaha yang berhasil menciptakan performa luar biasa dari kapasitas yang relatif "kecil" tersebut. Kapasitas ini adalah penentu kelas balap legendaris yang masih sering dipertandingkan hingga hari ini, memastikan 135cc tetap relevan.

Masa Depan 135cc: Restorasi dan Nilai Koleksi

Saat ini, Yamaha RX King 135cc telah menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Kondisi motor, terutama keaslian blok silinder 135cc-nya, sangat menentukan harga jual. Motor dengan blok Y-P (Yamaha Production) atau Y-1 hingga Y-4 yang belum mengalami oversize ekstrim (misalnya masih standar atau OS 50) dihargai jauh lebih mahal daripada motor yang sudah bore up atau ganti blok aftermarket.

Proses Restorasi Mesin 135cc

Restorasi mesin 135cc yang benar melibatkan pencarian suku cadang asli yang sulit didapatkan, seperti piston, ring, dan liner silinder dengan dimensi 58.0 mm yang presisi. Proses ini memerlukan mekanik yang sangat terampil yang memahami geometri dan karakter termal mesin 2-tak 135cc.

Tantangan utama dalam merestorasi mesin 135cc adalah mengatasi masalah keausan pada kruk as dan blok. Mengembalikan performa pabrikan 18.5 PS dari mesin tua 135cc memerlukan ketelitian luar biasa dalam porting, pengaturan kompresi, dan pemilihan rasio gigi yang tepat. Setiap detail kecil dalam perakitan mesin 135cc akan memengaruhi seberapa "galak" hasil akhirnya.

Peran Oversize dalam Kapasitas 135cc

Dalam sejarah perawatannya, blok silinder 135cc akan mengalami keausan seiring waktu dan harus di-oversize (OS). Proses OS melibatkan pengamplasan dinding silinder dan penggantian piston dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Walaupun OS dilakukan, motor tersebut secara nominal masih diklasifikasikan sebagai 135cc. Oversize yang umum adalah OS 50 (58.5 mm) atau OS 100 (59.0 mm). Baru ketika piston mencapai ukuran 60.0 mm ke atas, kapasitas riilnya akan mulai terasa jauh melampaui 135cc.

Oleh karena itu, ketika seseorang berbicara tentang RX King 135cc, mereka biasanya merujuk pada motor yang menggunakan dimensi Bore x Stroke standar, terlepas dari beberapa kali perbaikan oversize yang mungkin telah dilakukan sepanjang masa pakainya. Angka 135cc adalah identitas yang melekat, tidak tergantikan.

Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar Mesin 135cc

Efek samping dari tenaga besar yang dihasilkan oleh mesin 2-tak 135cc adalah konsumsi bahan bakar yang relatif boros dibandingkan motor 4-tak modern. Karena mesin 2-tak melepaskan campuran udara/bahan bakar yang tidak terbakar sepenuhnya melalui port buang (scavenging), efisiensi pembakarannya cenderung lebih rendah.

Faktor-faktor Konsumsi 135cc

Konsumsi bahan bakar RX King 135cc sangat bergantung pada:

  1. Gaya Berkendara: Jika motor sering diajak berakselerasi agresif dan bermain di putaran tinggi, konsumsi bahan bakar 135cc bisa sangat boros.
  2. Setelan Karburator: Setelan karburator yang terlalu "kaya" (main jet/pilot jet terlalu besar) untuk mengejar performa maksimum akan membuat konsumsi BBM melonjak.
  3. Kondisi Mesin: Mesin 135cc yang sudah aus atau memiliki kompresi bocor akan memaksa mesin bekerja lebih keras, meningkatkan konsumsi.

Secara umum, konsumsi BBM RX King standar berada di kisaran 1:25 hingga 1:30 km/liter. Angka ini mungkin terasa boros bagi pengendara modern, tetapi itu adalah harga yang harus dibayar untuk sensasi performa jambakan setan dari mesin 135cc.

Detail Tambahan: Klasifikasi Pajak dan Administrasi 135cc

Dalam dokumen resmi negara, seperti STNK dan BPKB, kapasitas mesin adalah informasi vital. Yamaha RX King diklasifikasikan sebagai motor 135cc. Klasifikasi ini penting untuk menentukan besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kategori 135cc menempatkannya dalam kelompok motor di atas 125cc dan di bawah 150cc, mempengaruhi perhitungan persentase pajak yang dibebankan kepada pemilik. Meskipun motor ini sudah tua, status legal 135cc yang tertera di dokumen harus dipertahankan. Modifikasi kapasitas mesin ekstrim, meskipun umum dilakukan untuk balap, secara legal membuat motor tersebut tidak sesuai lagi dengan sertifikasi pabrikan 135cc.

Kepastian kapasitas 135cc ini juga memudahkan dalam urusan asuransi dan pendaftaran ulang kendaraan. Angka ini adalah identitas resmi yang diakui oleh pihak berwenang, menegaskan bahwa RX King adalah motor sport dengan kapasitas 135 sentimeter kubik.

Dengan segala kerumitan teknis, sejarah evolusi, dan dampak budayanya, kapasitas mesin 135cc pada Yamaha RX King akan selalu menjadi elemen terpenting yang mendefinisikan motor legendaris ini. Ia adalah simbol keandalan 2-tak Yamaha yang berhasil dioptimalkan untuk performa jalanan Indonesia.

Mengoptimalkan Jantung Pacu 135cc: Memahami Porting Knalpot dan Bilas

Salah satu aspek teknis yang paling membedakan mesin 2-tak 135cc RX King dari mesin 4-tak adalah mekanisme porting. Porting adalah bentuk lubang-lubang yang ada di dinding silinder, berfungsi sebagai katup masuk, bilas, dan buang. Ukuran, bentuk, dan waktu buka/tutup porting inilah yang menentukan karakter tenaga 135cc.

Port Exhaust (Lubang Knalpot)

Lubang knalpot (exhaust port) sangat krusial. Pada mesin 135cc standar, port ini memiliki dimensi yang dihitung presisi untuk menghasilkan torsi dan tenaga pada putaran menengah ke atas. Ketika mekanik melakukan modifikasi, seringkali port exhaust ini diubah ketinggian dan lebarnya (di-porting) untuk mendapatkan waktu buang yang lebih cepat. Perubahan dimensi pada porting ini secara langsung mengubah karakter tenaga mesin 135cc, membuatnya lebih beringas di RPM tinggi, ideal untuk balap, meskipun mungkin mengorbankan torsi putaran rendah harian.

Port Bilas (Transfer Port)

Port bilas berfungsi membawa campuran udara/bahan bakar dari karter ke ruang bakar 135cc. Efisiensi port bilas menentukan seberapa baik proses pembersihan gas sisa pembakaran dapat dilakukan. Pada mesin 135cc, desain port bilas Yamaha sudah sangat efisien. Modifikasi pada port bilas harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi kompresi dan konsumsi bahan bakar, mengganggu keseimbangan optimal yang diciptakan Yamaha pada konfigurasi 135cc.

Teknologi YPVS (Yamaha Power Valve System) dan 135cc

Meskipun RX King versi Indonesia tidak dilengkapi YPVS (yang ditemukan pada model RXZ atau RZR), teknologi ini relevan untuk memahami potensi 135cc 2-tak. YPVS adalah katup mekanis di lubang knalpot yang dapat mengubah waktu buka/tutup port exhaust secara otomatis. Jika saja King Indonesia memiliki YPVS, potensi 135cc akan lebih maksimal, menghasilkan torsi yang kuat di RPM rendah (katup tertutup) dan tenaga maksimal di RPM tinggi (katup terbuka). Tanpa YPVS, King 135cc standar mengandalkan desain porting statis yang sudah dioptimalkan untuk performa yang eksplosif.

Pengoptimalan porting pada mesin 135cc adalah seni yang menggabungkan fisika gas, mekanika, dan pengalaman. Seorang tuner yang mahir dapat mengeluarkan tenaga tersembunyi dari blok 135cc tanpa perlu mengubah kapasitas dasarnya.

Peran Karburator Mikuni VM26 dalam Performa 135cc

Untuk melayani kebutuhan bahan bakar dan udara mesin 135cc, Yamaha RX King standar umumnya dibekali karburator Mikuni VM26. Angka 26 merujuk pada diameter venturi (lubang utama) sebesar 26 mm.

Kesesuaian Karburator 26mm dengan 135cc

Venturi 26mm dianggap sangat ideal untuk mesin 135cc yang bertujuan untuk penggunaan harian hingga semi-balap. Diameter ini memastikan kecepatan aliran udara (velocity) yang cukup tinggi pada RPM rendah untuk menjaga torsi tetap kuat, namun juga cukup besar untuk menyediakan volume udara yang dibutuhkan pada RPM tinggi saat mesin 135cc mencapai tenaga puncaknya.

Penggantian karburator dengan ukuran yang lebih besar (misalnya 28mm atau 30mm) hanya efektif jika kapasitas 135cc telah di-bore up secara signifikan atau jika motor digunakan murni untuk balapan. Untuk RX King 135cc standar, karburator 26mm adalah pasangan yang sempurna, memberikan keseimbangan optimal antara efisiensi, responsivitas, dan tenaga.

Jetting dan Penyetelan 135cc

Penyetelan (jetting) karburator 26mm sangat krusial. Jetting melibatkan penyesuaian ukuran main jet (untuk putaran tinggi) dan pilot jet (untuk putaran rendah). Penyetelan yang salah pada karburator Mikuni VM26 akan langsung memengaruhi kinerja pembakaran di ruang 135cc. Setelan yang terlalu miskin (lean) dapat menyebabkan mesin panas dan rentan jebol, sedangkan setelan yang terlalu kaya (rich) akan menyebabkan borosnya konsumsi BBM dan tumpukan kerak di knalpot.

Kesempurnaan penyetelan karburator pada motor 135cc inilah yang seringkali membedakan antara RX King yang "galak" dan yang terasa loyo. Pengetahuan mendalam tentang bagaimana komponen karburator berinteraksi dengan kebutuhan hisap volume 135cc adalah keharusan bagi setiap pemilik.

Peran Pendinginan Udara pada Mesin 135cc

Salah satu desain kunci yang memungkinkan RX King tetap mudah dirawat dan ringan adalah sistem pendingin udara. Mesin 135cc mengandalkan sirip-sirip pada blok dan kepala silinder untuk melepaskan panas ke udara sekitar.

Kelebihan dan Kekurangan Pendingin Udara 135cc

Kelebihan utama pendingin udara pada mesin 135cc adalah kesederhanaan, bobot yang ringan, dan kurangnya komponen tambahan (seperti radiator dan pompa air). Ini berkontribusi pada bobot total motor yang hanya sekitar 100 kg.

Namun, pendingin udara juga memiliki kelemahan, terutama terkait manajemen panas. Mesin 135cc 2-tak menghasilkan panas yang sangat tinggi karena seringnya langkah kerja (setiap putaran). Pada kondisi macet atau suhu udara yang ekstrem, suhu mesin 135cc dapat melonjak, meningkatkan risiko detonasi dan keausan dini, terutama jika piston dan ring sudah mengalami banyak oversize. Oleh karena itu, pemilihan oli mesin dan oli samping yang tahan panas menjadi prioritas utama untuk menjaga durabilitas mesin 135cc ini.

Meskipun Yamaha pernah merilis varian 135cc dengan YCLS (Yamaha Cooling & Lubrication System) yang membantu sirkulasi udara di sekitar blok, inti mesin tetaplah pendingin udara sederhana yang mengandalkan aliran angin saat berkendara. Ini menegaskan bahwa motor 135cc ini idealnya digunakan di daerah dengan lalu lintas yang lancar untuk mendapatkan pendinginan yang optimal.

Penutup dan Kekuatan Legenda 135cc

Semua aspek teknis dan historis mengarah pada satu kesimpulan yang tak terbantahkan: Yamaha RX King didukung oleh mesin yang memiliki kapasitas silinder 135cc. Angka ini adalah fondasi yang memungkinkan motor ini menjadi legenda. Kapasitas 135cc adalah titik temu antara desain 2-tak yang efisien dan kebutuhan performa masyarakat Indonesia.

Dari suara khas, asap tipis oli samping, hingga "jambakan setan" yang mematikan, semua sensasi berkendara RX King bersumber dari proses pembakaran yang terjadi di ruang silinder 135cc. Bahkan setelah motor 2-tak dinyatakan punah di pasar modern, RX King dengan mesin 135cc-nya tetap hidup sebagai ikon kebebasan dan performa yang tak tertandingi di masanya.

Bagi para pemilik dan penggemar, pertanyaan "berapa cc RX King?" bukan hanya tentang angka 135, tetapi tentang menghargai warisan rekayasa yang berhasil menciptakan sebuah mahakarya abadi di atas dua roda. Kapasitas 135cc adalah dan akan selalu menjadi identitas sejati Sang Raja Jalanan.

🏠 Homepage