Kualitas dan kuantitas air mani (sperma) sering menjadi perhatian bagi banyak pria, terutama yang sedang merencanakan kehamilan. Air mani yang tampak terlalu encer atau bening secara konsisten dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kesuburan. Untungnya, terdapat berbagai perubahan gaya hidup, pola makan, dan suplemen yang dapat membantu memperbaiki viskositas (kekentalan) air mani secara alami.
Secara alami, air mani yang baru dikeluarkan akan memiliki tekstur yang agak kental dan berwarna putih keabu-abuan. Dalam waktu 15 hingga 30 menit setelah ejakulasi, ia akan mencair menjadi konsistensi seperti air untuk memudahkan pergerakan sperma menuju sel telur. Namun, jika cairan yang keluar sejak awal sudah sangat encer menyerupai air putih, ini bisa mengindikasikan beberapa hal, termasuk kekurangan nutrisi tertentu atau masalah hidrasi.
Nutrisi memegang peranan krusial dalam produksi cairan mani yang berkualitas. Beberapa mineral dan vitamin terbukti mendukung motilitas dan viskositas sperma:
Meskipun terdengar kontradiktif, dehidrasi parah dapat memengaruhi komposisi cairan tubuh secara keseluruhan, termasuk air mani. Jika Anda kurang minum, tubuh akan mengambil cairan dari mana saja, berpotensi mengurangi volume dan kekentalan ejakulat. Pastikan Anda minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan secara kronis telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan produksi yang lebih rendah. Demikian pula, asupan kafein yang sangat tinggi juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi keseimbangan hormonal.
Sperma membutuhkan suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh inti untuk berkembang biak dengan baik. Paparan panas berlebihan dapat merusak produksi sperma. Hindari mandi air panas terlalu lama, sauna, atau meletakkan laptop langsung di pangkuan dalam waktu lama.
Jika perubahan pola makan dirasa kurang efektif, beberapa pria memilih suplemen yang mengandung kombinasi Zinc, Selenium, CoQ10, dan Vitamin E. Suplemen ini diformulasikan untuk mendukung kesehatan reproduksi pria secara menyeluruh.
Perlu dipahami bahwa viskositas air mani bisa berubah dari hari ke hari karena berbagai faktor seperti tingkat stres, frekuensi ejakulasi, dan hidrasi saat itu. Namun, jika Anda secara konsisten mengamati air mani yang sangat encer, bening, dan tidak mengalami perubahan dalam beberapa minggu, ini saatnya untuk berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis kesuburan.
Kekentalan yang buruk bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis yang mendasari, seperti varikokel, infeksi, atau masalah hormonal. Diagnosis profesional sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat, terutama jika Anda dan pasangan sedang aktif merencanakan kehamilan.