Pengumpulan sampel sperma (semen) adalah langkah krusial dalam berbagai prosedur medis, terutama untuk analisis kesuburan (spermiogram) atau prosedur reproduksi berbantu seperti In Vitro Fertilization (IVF) dan Intrauterine Insemination (IUI). Kualitas hasil analisis sangat bergantung pada bagaimana sampel tersebut dikumpulkan. Kesalahan kecil dalam proses pengumpulan dapat memengaruhi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma, sehingga menghasilkan diagnosis yang kurang akurat.
Tujuan utama dari prosedur ini adalah mendapatkan sampel yang representatif dari ejakulat total, tanpa kontaminasi, dan dalam jangka waktu yang sesuai setelah ejakulasi. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap instruksi laboratorium atau dokter adalah hal yang mutlak diperlukan.
Langkah-Langkah Umum Pengumpulan Sampel
Meskipun detail instruksi bisa berbeda antar laboratorium, berikut adalah langkah-langkah standar yang umum diterapkan dalam cara mengumpulkan sperma:
1. Persiapan Sebelum Koleksi
Puasa Seksual (Abstinence): Pasien biasanya diinstruksikan untuk tidak melakukan hubungan seksual atau masturbasi selama periode tertentu, seringkali 2 hingga 5 hari sebelum pengumpulan. Periode ini memastikan jumlah sperma yang optimal.
Kebersihan Diri: Bersihkan area genital (terutama penis) dengan air hangat dan sabun ringan, kemudian keringkan dengan handuk bersih sebelum proses pengumpulan. Ini sangat penting untuk menghindari kontaminasi sampel oleh bakteri atau residu sabun.
Waktu Pengiriman: Ketahui batas waktu maksimal sampel harus sampai ke laboratorium setelah ejakulasi (umumnya 30 menit hingga 1 jam).
2. Proses Pengumpulan
Metode pengumpulan yang paling direkomendasikan adalah melalui masturbasi, karena ini meminimalkan risiko kontaminasi dan memastikan seluruh ejakulat tertampung.
Gunakan Wadah yang Disediakan: Laboratorium akan menyediakan wadah steril khusus yang memiliki tutup rapat. Jangan gunakan wadah lain seperti kondom biasa atau wadah yang tidak steril.
Masturbasi: Lakukan masturbasi di ruang yang disediakan oleh klinik/laboratorium atau di rumah jika diizinkan, dalam suasana yang nyaman dan pribadi.
Kumpulkan Seluruh Cairan: Seluruh cairan ejakulat harus ditampung dalam wadah. Cairan pertama (yang paling kaya akan sperma) dan cairan terakhir harus masuk. Jika ada tetesan yang tumpah, segera laporkan kepada petugas medis, karena ini dapat memengaruhi hasil.
Alternatif (Jika Masturbasi Sulit): Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengizinkan penggunaan kondom khusus yang mengandung pelumas non-spermicidal (anti-sperma) saat berhubungan seksual. Pastikan kondom yang digunakan secara eksplisit disetujui oleh klinik.
3. Setelah Pengumpulan
Segera setelah ejakulasi selesai, lakukan langkah berikut:
Tutup wadah dengan rapat menggunakan tutup yang disediakan.
Pastikan bagian luar wadah bersih dari cairan ejakulat.
Segera tuliskan nama lengkap, tanggal, dan waktu pasti ejakulasi pada wadah sesuai instruksi.
Bawa sampel ke laboratorium secepat mungkin. Jaga suhu sampel agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas (misalnya, hindari menjemurnya di bawah sinar matahari langsung atau memasukkannya ke dalam kulkas).
Hal-Hal yang Harus Dihindari
Untuk menjaga integritas sampel sperma, sangat penting untuk menghindari hal-hal berikut:
Jangan Menggunakan Pelumas: Sebagian besar pelumas (termasuk air liur) dapat membunuh atau melumpuhkan sperma.
Jangan Membuang Bagian Pertama Ejakulat: Bagian awal ejakulasi mengandung konsentrasi sperma tertinggi. Membuangnya berarti menghilangkan sebagian besar potensi sampel.
Jangan Menunda Pengiriman: Sperma memiliki masa hidup yang terbatas di luar tubuh. Keterlambatan lebih dari satu jam dapat menyebabkan penurunan drastis pada motilitas sperma.
Jangan Menggunakan Kondom Lateks Biasa: Lateks dan bahan kimia dalam kondom biasa bersifat toksik bagi sperma.
Pertimbangan Khusus
Dalam kondisi medis tertentu, prosedur pengumpulan mungkin dimodifikasi. Misalnya, jika pasien menjalani prosedur bedah testis atau vasektomi, sperma mungkin dikumpulkan langsung dari epididimis atau testis melalui prosedur aspirasi (TESA/PESA) yang dilakukan oleh dokter spesialis urologi di lingkungan operasi steril.
Selalu konsultasikan dengan tenaga medis Anda jika Anda memiliki keraguan mengenai proses atau jika Anda tidak dapat mengikuti instruksi karena alasan fisik atau agama. Mereka akan memberikan solusi yang paling tepat untuk kebutuhan pengujian kesuburan Anda.