Ilustrasi visualisasi kontrol diri.
Banyak pria mencari informasi mengenai cara supaya air mani tidak keluar terlalu cepat, sebuah kondisi yang sering dikenal sebagai ejakulasi dini (ED). Meskipun ejakulasi adalah respons alami, kemampuan untuk mengontrol durasi aktivitas seksual dapat sangat meningkatkan kepuasan seksual baik bagi diri sendiri maupun pasangan.
Mengontrol ejakulasi bukanlah tentang menahan total keluarnya air mani selamanya, melainkan tentang memperpanjang waktu yang dibutuhkan hingga mencapai klimaks, memberikan kontrol penuh atas momen puncak tersebut.
Sebelum membahas teknik, penting untuk mengetahui bahwa ejakulasi dini sering kali dipicu oleh kombinasi faktor psikologis dan fisiologis. Faktor psikologis seperti kecemasan performa, stres, atau rasa bersalah bisa menjadi pemicu utama. Secara fisiologis, sensitivitas saraf yang berlebihan atau ketidakseimbangan kimiawi otak juga dapat berperan.
Kunci utama dalam mengelola kondisi ini adalah meningkatkan kesadaran akan sensasi tubuh, khususnya sebelum mencapai titik di mana ejakulasi tidak dapat dihindari lagi.
Beberapa metode telah terbukti efektif dalam membantu pria mengendalikan refleks ejakulasi. Praktik ini membutuhkan kesabaran dan latihan rutin, baik sendiri maupun bersama pasangan.
Ini adalah salah satu metode paling populer. Ketika Anda merasa sensasi akan mencapai puncaknya (titik 'tidak bisa kembali'), segera hentikan semua rangsangan seksual. Tunggu sampai hasrat untuk ejakulasi mereda atau sedikit menurun, kemudian lanjutkan lagi. Ulangi siklus ini beberapa kali sebelum memutuskan untuk membiarkan ejakulasi terjadi.
Teknik ini fokus pada pengurangan dorongan orgasme dengan memberikan tekanan fisik. Ketika Anda mendekati ambang ejakulasi, Anda atau pasangan dapat memberikan tekanan kuat pada ujung penis (kepala penis) atau pangkal penis selama beberapa detik. Tekanan ini akan mengurangi dorongan untuk ejakulasi. Setelah dorongan mereda, lepaskan dan ulangi jika perlu.
Otot dasar panggul (terutama otot pubococcygeus atau PC) memainkan peran vital dalam proses ejakulasi. Dengan memperkuat otot-otot ini melalui latihan Kegel, Anda secara efektif meningkatkan kontrol otot yang bertanggung jawab menahan cairan saat ejakulasi.
Mengatasi kecemasan adalah bagian krusial dari cara supaya air mani tidak keluar secara dini. Jika ketegangan atau rasa takut akan performa mendominasi pikiran, teknik fisik saja mungkin tidak cukup.
Alihkan fokus Anda dari 'harus bertahan lama' menjadi 'menikmati sensasi saat ini'. Ketika Anda terlalu fokus pada waktu, kecemasan meningkat, yang ironisnya mempercepat ejakulasi.
Berbicaralah secara terbuka dengan pasangan Anda mengenai kekhawatiran Anda. Dukungan emosional dan pemahaman dapat mengurangi tekanan performa secara signifikan.
Beberapa pria merasa terbantu menggunakan kondom yang lebih tebal atau kondom yang mengandung sedikit zat anestesi ringan (seperti benzokain) untuk mengurangi sensitivitas penis sementara waktu. Ini bisa menjadi alat bantu saat Anda masih dalam tahap belajar teknik Start-Stop.
Jika ejakulasi dini terjadi hampir setiap saat dan menyebabkan stres signifikan pada hubungan atau diri Anda, berkonsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah bijak. Dokter mungkin merekomendasikan terapi perilaku, konseling, atau dalam beberapa kasus, pengobatan yang disetujui untuk membantu mengatur kimia otak yang terlibat dalam ejakulasi.
Ingatlah bahwa mengontrol ejakulasi adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Dengan latihan rutin dan kesabaran, banyak pria berhasil meningkatkan kontrol dan menikmati kehidupan seksual yang lebih memuaskan.