Aqiqah merupakan salah satu sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) dalam Islam yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kelahiran seorang anak. Tradisi ini melibatkan penyembelihan hewan ternak, biasanya kambing atau domba, kemudian dagingnya dimasak dan dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin. Hasil akhir dari prosesi ini sering disebut sebagai 'Maidah Aqiqah', yaitu hidangan perjamuan yang penuh berkah.
Maidah Aqiqah secara harfiah berarti meja atau hidangan hasil pelaksanaan aqiqah. Ini bukan sekadar pesta makan-makan biasa, melainkan sebuah perayaan ritual yang mengandung nilai spiritual mendalam. Hidangan yang disajikan melambangkan limpahan rezeki dan doa keselamatan bagi sang buah hati yang baru lahir. Pembagian daging aqiqah adalah inti dari tradisi ini, mencerminkan prinsip berbagi dan menolong sesama dalam ajaran Islam.
Mayoritas ulama sepakat bahwa aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Pelaksanaannya dianjurkan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran. Mengenai jumlah hewan yang disembelih, terdapat perbedaan pendapat namun umumnya mengikuti ketentuan berikut:
Kondisi hewan yang disembelih harus memenuhi syarat sahnya hewan qurban, yaitu sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal yang disyaratkan.
Pelaksanaan maidah aqiqah membawa banyak manfaat, baik bagi orang tua maupun anak yang dilahirkan. Secara spiritual, aqiqah diyakini dapat menjadi penebus atau penjamin (rahn) bagi anak tersebut kelak, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Dengan menyelenggarakan aqiqah sesuai syariat, orang tua telah menunaikan hak anak dan menunjukkan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.
Lebih jauh, kegiatan berbagi daging aqiqah memperkuat tali silaturahmi antarumat. Ketika daging dibagikan, terjadi interaksi sosial yang positif. Kerabat merasakan kebahagiaan bersama, sementara kaum dhuafa mendapatkan asupan gizi yang berharga. Ini adalah manifestasi nyata dari keindahan berbagi dalam Islam.
Menyiapkan hidangan aqiqah memerlukan perencanaan yang matang. Langkah pertama adalah memastikan niat yang tulus semata-mata karena ibadah. Setelah hewan disembelih sesuai tata cara syariat (termasuk membaca Bismillah dan takbir), daging perlu diolah menjadi hidangan yang layak dan lezat. Beberapa pilihan olahan populer meliputi gulai, tongseng, atau sate.
Distribusi daging juga menjadi perhatian utama. Praktik yang paling dianjurkan adalah membagi daging menjadi tiga bagian:
Menggunakan jasa katering aqiqah yang terpercaya saat ini menjadi solusi praktis bagi banyak keluarga modern. Penyedia jasa profesional biasanya menangani mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan sesuai syariat, pengolahan masakan, hingga pengemasan siap antar. Hal ini memungkinkan orang tua fokus pada aspek spiritual dan kebersamaan keluarga.
Meskipun prosesi aqiqah kini seringkali dibantu oleh penyedia layanan, hal terpenting yang tidak boleh hilang adalah keikhlasan. Maidah Aqiqah harus tetap menjadi simbol kesyukuran, bukan sekadar formalitas atau ajang pamer. Keberkahan sejati datang dari ketulusan hati saat melaksanakan ibadah ini, memastikan setiap butir nasi yang disantap mengandung doa baik untuk masa depan anak.
Dengan memahami segala aspek mulai dari hukum, tata cara penyembelihan, hingga pembagian hidangannya, pelaksanaan aqiqah akan semakin bermakna dan mendatangkan ridha Allah SWT.