Penting untuk memiliki pemahaman yang benar mengenai penyakit hiv aids merupakan penyakit menular yang terjadi karena masuknya virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV) ke dalam tubuh manusia. HIV adalah retrovirus yang secara spesifik menargetkan dan merusak sel-sel penting dalam sistem kekebalan tubuh, terutama sel T CD4+. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah secara drastis akibat infeksi HIV yang tidak diobati, kondisi ini berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
HIV bukan berarti kematian instan, namun ia memerlukan penanganan medis seumur hidup. Pada tahap awal infeksi, banyak orang mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali (fase laten). Namun, virus terus bereplikasi dan perlahan-lahan menghancurkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi lain. Perkembangan dari HIV positif menjadi AIDS didefinisikan ketika jumlah sel CD4+ turun di bawah ambang batas tertentu, atau ketika munculnya infeksi oportunistik (infeksi yang biasanya tidak berbahaya bagi orang dengan sistem imun sehat) akibat imunosupresi parah.
Tanpa pengobatan Antiretroviral Therapy (ART), rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk berkembang menjadi AIDS bisa berkisar antara 8 hingga 10 tahun, namun ini sangat bervariasi antar individu. Dengan pengobatan ART modern, orang yang hidup dengan HIV (ODHA) kini dapat memiliki harapan hidup yang hampir sama dengan populasi umum dan tidak akan berkembang menjadi AIDS.
Seringkali terjadi kesalahpahaman mengenai bagaimana virus ini menyebar. Kunci pemahaman adalah bahwa HIV hanya ditemukan dalam cairan tubuh tertentu. Berikut adalah jalur utama penyakit hiv aids merupakan penyakit menular yang terjadi karena kontak dengan cairan tersebut:
Penting untuk ditekankan bahwa HIV TIDAK menular melalui sentuhan biasa, pelukan, jabat tangan, berbagi makanan atau minuman, gigitan nyamuk, atau penggunaan toilet bersama. Ketakutan sosial terhadap ODHA seringkali didasarkan pada informasi yang salah mengenai penularan.
Mengingat penyakit hiv aids merupakan penyakit menular yang terjadi karena adanya paparan virus, upaya pencegahan harus difokuskan pada pemutusan rantai penularan. Pencegahan yang efektif melibatkan kombinasi perilaku aman dan intervensi medis.
Dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini, HIV telah bertransformasi dari vonis hukuman mati menjadi kondisi kronis yang dapat dikelola. Fokus komunitas global saat ini adalah memastikan akses universal terhadap pengujian, pengobatan, dan pencegahan, sekaligus menghilangkan stigma yang masih menyertai penyakit ini.