Sperma adalah cairan yang mengandung sel reproduksi pria. Keluarnya sperma dari tubuh adalah proses alami yang terjadi melalui ejakulasi, yang umumnya berhubungan dengan gairah seksual, mimpi basah (emisi nokturnal), atau masturbasi. Namun, ada kalanya beberapa pria merasa bahwa sperma mereka "keluar terus" atau lebih sering dari biasanya, yang bisa menimbulkan kekhawatiran.
Penting untuk membedakan antara frekuensi ejakulasi yang tinggi karena peningkatan aktivitas seksual atau hasrat, dengan kondisi medis yang menyebabkan keluarnya cairan secara tidak terkontrol atau berlebihan. Dalam konteks umum, keluarnya sperma yang sering umumnya berkaitan dengan mekanisme biologis normal tubuh pria.
Ilustrasi sederhana: Proses produksi dan keluarnya cairan reproduksi.
Jika yang dimaksud dengan "keluar terus" adalah peningkatan frekuensi ejakulasi yang signifikan, penyebabnya seringkali tergolong wajar dan berhubungan dengan perubahan gaya hidup atau kondisi fisiologis:
Ini adalah penyebab paling umum. Peningkatan frekuensi rangsangan seksual, baik melalui fantasi, stimulasi visual, atau aktivitas seksual (termasuk masturbasi), secara langsung akan meningkatkan jumlah ejakulasi dalam periode tertentu.
Bagi pria remaja hingga dewasa muda, mimpi basah adalah cara tubuh melepaskan akumulasi sperma yang sudah matang ketika tidak ada pelepasan seksual yang terjadi selama periode waktu tertentu. Ini adalah fungsi biologis normal.
Tingkat hormon testosteron yang tinggi dapat meningkatkan libido (dorongan seksual), yang secara tidak langsung meningkatkan keinginan untuk ejakulasi. Ini sangat umum terjadi pada masa pubertas dan awal usia dewasa.
Beberapa jenis obat, terutama yang memengaruhi sistem saraf pusat atau kadar neurotransmitter (seperti beberapa antidepresan SSRI pada dosis tertentu atau obat untuk disfungsi ereksi), kadang dapat mengubah frekuensi ejakulasi. Perubahan ini bisa berupa peningkatan atau penurunan.
Gaya hidup yang lebih aktif secara seksual, atau terkadang paparan berlebihan terhadap materi yang merangsang, dapat membuat pria merasa bahwa mereka ejakulasi lebih sering.
Meskipun keluarnya sperma yang sering hampir selalu normal, ada beberapa kondisi yang mungkin perlu diperhatikan jika disertai gejala lain, meskipun ini jarang terjadi:
Perlu diketahui bahwa pria sering mengeluarkan cairan bening sebelum ejakulasi utama (cairan pre-ejakulasi). Cairan ini berfungsi melumasi dan menetralkan sisa asam dalam uretra. Beberapa pria mungkin salah mengira cairan ini sebagai sperma yang keluar terus menerus.
Jika frekuensi ejakulasi terasa mengganggu kenyamanan hidup Anda, meskipun secara medis tidak berbahaya, beberapa pendekatan dapat membantu menyeimbangkannya:
Secara keseluruhan, keluarnya sperma yang sering adalah manifestasi dari sistem reproduksi yang berfungsi normal, terutama jika didorong oleh peningkatan aktivitas seksual atau hasrat. Namun, jika disertai gejala yang mengkhawatirkan, selalu konsultasikan dengan ahli urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.