QS Al-Maidah Ayat 3 Artinya: Penjelasan Lengkap dan Kandungan

📜 Keadilan & Larangan

Ilustrasi Simbolis: Keseimbangan Hukum dan Batasan dalam Islam.

Surat Al-Maidah adalah surat ke-5 dalam Al-Qur'an yang memiliki kedudukan penting karena di dalamnya termuat ayat-ayat yang mengatur banyak aspek kehidupan umat Islam, mulai dari hukum makanan, hukum peradilan, hingga etika sosial. Salah satu ayat yang sangat fundamental dan sering dirujuk adalah Al-Maidah ayat 3.

Teks Arab dan Terjemahan QS Al-Maidah Ayat 3

Ayat ini merupakan penegasan dari Allah SWT mengenai kesempurnaan agama Islam dan telah diturunkannya nikmat-Nya kepada umat Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah teks aslinya dalam bahasa Arab dan terjemahan Indonesianya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Diharamkan bagimu (mengkonsumsi) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh (dari ketinggian), yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya (sebelum mati). Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan bagimu) mengundi nasib dengan panah. (Melakukan hal yang demikian itu) adalah suatu kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (menghilangkan) agamamu, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kandungan Utama Al-Maidah Ayat 3

Ayat ini sangat kaya akan makna dan mencakup beberapa poin krusial dalam ajaran Islam. Secara garis besar, ayat ini dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:

1. Ketentuan Makanan yang Diharamkan (Hukum Makanan)

Bagian awal ayat ini secara eksplisit menyebutkan jenis-jenis makanan yang diharamkan bagi umat Islam. Larangan ini bertujuan menjaga kemurnian akidah, kesehatan, dan moralitas umat. Hewan yang diharamkan antara lain:

Ayat ini menegaskan bahwa melakukan hal-hal tersebut adalah fasik (pelanggaran besar terhadap aturan agama).

2. Penegasan Kesempurnaan Agama

Bagian tengah ayat ini adalah salah satu yang paling agung dan sering dikutip dalam teologi Islam:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu."

Ayat ini turun pada saat peristiwa Haji Wada' (Haji Perpisahan) Nabi Muhammad SAW. Para ulama sepakat bahwa turunnya ayat ini menandakan bahwa syariat Islam telah lengkap dan tidak akan ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW yang akan membawa syariat baru. Nikmat Allah SWT telah paripurna berupa ajaran Islam yang menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan.

3. Pengecualian dan Rahmat Allah

Di bagian akhir, Allah SWT menunjukkan sifat kasih sayang-Nya yang tak terbatas. Meskipun ada larangan keras, terdapat pengecualian bagi mereka yang berada dalam kondisi darurat:

"Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kondisi dharurat (terpaksa) karena kelaparan ekstrem menjadi alasan yang memaafkan. Syaratnya adalah ketidakmampuan untuk menghindarinya (ghaira mutajanifin li itsmin), yaitu tidak berniat melanggar karena ingin menikmati atau tanpa alasan yang dibenarkan.

Implikasi Sosial dan Psikologis

Ayat ini juga memiliki pesan psikologis yang mendalam bagi kaum mukminin. Ketika Allah menegaskan bahwa agama telah sempurna dan nikmat telah dicurahkan, terdapat perintah untuk tidak gentar kepada orang-orang kafir:

"maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku."

Ini berarti bahwa kebenaran dan kesempurnaan ajaran Islam seharusnya memberikan ketenangan batin dan keberanian moral. Umat Islam tidak perlu takut terpengaruh oleh godaan atau tekanan dari luar, karena fondasi agama mereka sudah kokoh dan diridai oleh Allah.

Secara keseluruhan, QS Al-Maidah ayat 3 adalah pilar hukum (tentang halal dan haram) sekaligus penegasan tentang identitas dan kedudukan agama Islam di hadapan Allah SWT, yang diakhiri dengan jaminan pengampunan dalam keadaan terdesak.

🏠 Homepage