Memahami Surah Al-Isra Ayat 10

Ayat dan Terjemahannya

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar."

Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, ayat ke-10 adalah salah satu ayat kunci dalam Al-Qur'an yang menekankan fungsi utama kitab suci ini. Ayat ini memberikan dua kabar penting: petunjuk menuju jalan terbaik dan janji pahala besar bagi mereka yang mengamalkannya.

Pemahaman mendalam terhadap ayat ini sangat relevan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Ketika manusia sering kali dihadapkan pada berbagai pilihan dan ideologi yang membingungkan, Al-Qur'an hadir sebagai kompas utama. Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa Al-Qur'an memandu umat manusia menuju "al-latī hiya aqwam"—jalan yang paling benar, paling teguh, dan paling lurus.

Jalan yang Paling Lurus (Aqwam)

Frasa "jalan yang lebih lurus" (أَقْوَمُ) mengandung makna universal. Ini bukan sekadar petunjuk ritualistik, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan: moral, sosial, ekonomi, dan spiritual. Jalan ini adalah jalan yang membawa kedamaian di dunia dan keselamatan di akhirat. Ini adalah jalan yang seimbang, tidak ekstrem ke kiri (terlalu longgar) dan tidak ekstrem ke kanan (terlalu kaku), melainkan moderat dan sesuai dengan fitrah penciptaan manusia.

Keistimewaan petunjuk ini adalah sifatnya yang komprehensif. Ia tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan horizontal antar sesama manusia dan alam semesta. Ketika seseorang hidup berdasarkan petunjuk Al-Qur'an, hidupnya akan terhindar dari penyimpangan dan kesesatan yang seringkali menjebak peradaban.

Kabar Gembira bagi Orang Beriman dan Beramal Saleh

Ayat ini tidak berhenti pada penyampaian petunjuk; ia dilanjutkan dengan motivasi yang kuat. Janji "kabar gembira" ditujukan khusus bagi dua kelompok: Al-Mu’minīn (orang-orang yang beriman) dan Alladzīna Ya’malūna Ash-Shālihāt (orang-orang yang mengerjakan amal saleh).

Iman saja tidak cukup; ia harus diiringi dengan amal nyata. Amal saleh di sini mencakup segala bentuk perbuatan baik yang sesuai dengan syariat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Pahala yang dijanjikan adalah "pahala yang besar" (أَجْرًا كَبِيرًا). Dalam konteks ayat-ayat lain, pahala besar ini seringkali diinterpretasikan sebagai Surga Firdaus, keridhaan Allah, dan berbagai nikmat tak terhingga lainnya.

Janji ini menjadi penguat semangat bagi umat Islam untuk terus berjuang di jalan ketaatan, meskipun tantangan dunia terasa berat. Pesan ini mengingatkan bahwa setiap langkah kebaikan yang dilakukan di dunia ini memiliki imbalan yang luar biasa di sisi Allah SWT.

Ilustrasi Kompas Petunjuk Al-Qur'an Gambar SVG yang menunjukkan sebuah buku terbuka (Al-Qur'an) memancarkan cahaya yang mengarah ke jalan lurus, dilambangkan dengan garis stabil, sementara jalan lain terlihat bercabang dan gelap. Jalan Lain Jalan Terlurus (Aqwam) Al-Qur'an

Korelasi dengan Kehidupan Praktis

Ayat ini menjadi fondasi bagi setiap Muslim untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai referensi utama dalam setiap keputusan. Jika menghadapi dilema moral, Al-Qur'an menawarkan solusi yang paling adil dan berkelanjutan. Jika menghadapi kesulitan ekonomi, petunjuknya mendorong etos kerja yang jujur dan menjauhi riba.

Penekanan pada "amal saleh" juga mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tidak terlepas dari kontribusi positif kepada masyarakat. Seseorang tidak cukup hanya merasa dirinya beriman; ia harus terlihat dampak keimanannya melalui perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah yang menciptakan masyarakat yang stabil, adil, dan penuh kasih sayang—sebuah cerminan dari jalan yang paling lurus.

Dengan demikian, Surah Al-Isra ayat 10 adalah panggilan abadi untuk merenungkan sumber petunjuk kita, memeluk petunjuk itu dengan keimanan yang teguh, dan menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata yang menghasilkan pahala besar dari Sang Pencipta.

🏠 Homepage