Mukadimah Tiga Ayat Penuh Kekuatan
Surah Al-Hijr, surat ke-15 dalam Al-Qur'an, menyimpan banyak pelajaran penting mengenai tauhid, kisah para nabi, dan peringatan keras bagi mereka yang ingkar. Di penghujung surat ini, Allah SWT menutupnya dengan rangkaian ayat yang sangat tegas, yaitu ayat 94 hingga 96. Tiga ayat ini berfungsi sebagai perintah langsung dan penegasan akhir kepada Rasulullah Muhammad SAW mengenai bagaimana seharusnya beliau menyampaikan risalah dan menghadapi tantangan dakwah.
Ayat-ayat ini, meskipun singkat, mengandung bobot yang sangat besar, menekankan pentingnya kepatuhan tanpa syarat terhadap perintah Allah dan peringatan keras terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh kaum musyrikin.
Teks dan Terjemahan Surah Al-Hijr Ayat 94-96
Berikut adalah lafal ayat-ayat tersebut diikuti dengan terjemahannya:
(94) Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan termasuklah orang-orang yang bersujud.
(95) Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian (yakın).
(96) Apakah Tuhanmu telah memilihkan untukmu anak laki-laki, dan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu mengucapkan perkataan yang sangat mungkar.
Penjelasan Mendalam Ayat 94: Keteguhan dalam Ibadah
Ayat ke-94 membuka rangkaian penutup ini dengan perintah yang mengandung makna spiritual yang mendalam: "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan termasuklah orang-orang yang bersujud."
Perintah ini diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi maknanya berlaku universal bagi seluruh umat Islam. Setelah menghadapi berbagai kesulitan, penolakan, dan cercaan dari kaum kafir Mekah, Allah memerintahkan beliau untuk kembali memusatkan energi pada ibadah tertinggi: tasbih (menyucikan Allah dari kekurangan) dan sujud (penghambaan diri total). Sujud adalah puncak ketundukan. Ayat ini mengajarkan bahwa senjata terkuat seorang Mukmin dalam menghadapi badai kehidupan dan kekufuran adalah dengan memperkuat hubungan vertikalnya dengan Sang Pencipta.
Ayat 95: Konsistensi Hingga Akhir Hayat
Ayat 95 memperkuat pesan sebelumnya dengan penegasan yang lebih luas mengenai durasi pengabdian: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian (yakın)."
Kata al-Yaqin (kematian) di sini menjadi batas waktu. Ini adalah jaminan bahwa ibadah seorang Muslim tidak boleh terhenti oleh kesibukan dunia, tantangan dakwah, atau usia senja. Konsistensi (istiqamah) adalah kunci keberhasilan akhirat. Selama ruh masih berada dalam raga, kewajiban beribadah dan mengesakan Allah tidak pernah gugur. Pesan ini memberikan motivasi luar biasa bahwa setiap amalan baik yang dilakukan akan diperhitungkan hingga hembusan napas terakhir.
Ayat 96: Bantahan Keras Terhadap Kesyirikan
Ayat 96 merupakan titik balik dalam penutup Surah Al-Hijr ini. Allah SWT langsung membantah anggapan keliru kaum musyrikin yang menisbatkan anak-anak perempuan kepada Allah, sering kali dalam bentuk malaikat: "Apakah Tuhanmu telah memilihkan untukmu anak laki-laki, dan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu mengucapkan perkataan yang sangat mungkar."
Ini adalah teguran yang sangat keras. Dalam konteks budaya Arab saat itu, memiliki anak laki-laki dianggap kemuliaan, sementara anak perempuan sering kali dipandang rendah. Dengan menisbatkan anak perempuan kepada Allah, mereka secara implisit mengatakan bahwa Allah memilihkan yang kurang disukai bagi diri-Nya sendiri. Allah menolak ini dengan tegas, menyebut klaim tersebut sebagai qaulan 'azhima (perkataan yang sangat mungkar dan dusta besar).
Ayat ini menggarisbawahi inti dakwah tauhid: Allah Maha Sempurna, tidak membutuhkan sekutu, tidak melahirkan, dan tidak dilahirkan. Pemahaman bahwa klaim kesyirikan tersebut adalah kebohongan besar yang menodai kesucian Allah SWT merupakan penutup yang kuat bagi surat ini, mengingatkan umat untuk selalu menjaga kemurnian akidah.
Implikasi dan Hikmah Kolektif
Rangkaian tiga ayat ini mengajarkan sebuah formula sukses dalam menghadapi realitas hidup yang penuh ujian. Pertama, ketika dakwah terasa sulit, kembali kepada ibadah esensial (Ayat 94). Kedua, pastikan ibadah tersebut berlangsung seumur hidup tanpa henti (Ayat 95). Ketiga, tegakkan akidah dengan menolak keras segala bentuk kesyirikan yang merendahkan keagungan Allah (Ayat 96).
Bagi seorang Muslim, Surah Al-Hijr ayat 94-96 adalah pengingat bahwa keteguhan iman dan ketaatan total kepada Allah adalah fondasi keselamatan, terlepas dari bagaimana cara orang lain mempersepsikan kebenaran tersebut.