Salah satu pilar utama dalam ajaran Islam adalah penghormatan dan bakti kepada kedua orang tua. Perintah ini diletakkan berdekatan dengan perintah tauhid (mengesakan Allah SWT). Dalam Al-Qur'an, perintah ini dijelaskan secara gamblang, salah satunya terdapat dalam Surah Al-Isra' ayat 23. Ayat ini menjadi landasan kuat mengenai etika pergaulan seorang anak terhadap sosok yang telah membesarkannya.
Ayat yang dimaksud, Surah Al-Isra' (atau Al-Isra' wal Mi'raj) ayat ke-23, secara spesifik melarang keras segala bentuk perlakuan yang menyakiti hati orang tua, sekecil apa pun itu. Larangan ini mencakup perkataan kasar hingga tindakan yang merendahkan martabat mereka.
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya:
"Dan Tuhanmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada orang tua. Apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai usia lanjut (tua) maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra' [17]: 23)
Inti dari larangan dalam ayat ini adalah perintah untuk berbuat ihsan (berbuat kebaikan maksimal) kepada orang tua, terutama saat mereka mencapai usia renta. Kata "uff" (أُفٍّ) sendiri adalah ekspresi ketidaksenangan, kejengkelan, atau kekesalan yang sangat ringan, yang mungkin diucapkan tanpa sadar. Islam mengajarkan bahwa jika ungkapan sekecil 'ah' atau 'uff' pun dilarang, apalagi tindakan yang lebih besar seperti membentak, memukul, atau menelantarkan mereka.
Larangan ini menunjukkan betapa sensitifnya hubungan orang tua dan anak dalam pandangan syariat. Orang tua telah mengorbankan banyak hal, mulai dari masa muda mereka hingga kesehatan mereka, demi membesarkan anak. Oleh karena itu, ketika mereka lemah dan membutuhkan perhatian lebih, seorang anak wajib membalasnya dengan kelembutan dan penghargaan tertinggi.
Ayat 23 Surah Al-Isra' memuat tiga tingkatan perintah wajib dalam berbakti kepada orang tua:
Dalam konteks modern, "perkataan yang mulia" ini meluas mencakup nada suara yang lembut, pemilihan kata yang santun, dan tidak pernah menunjukkan sikap meremehkan nasihat atau permintaan mereka, meskipun terkadang kita merasa orang tua tidak mengikuti perkembangan zaman.
Menariknya, sebelum membahas perlakuan terhadap orang tua, ayat tersebut diawali dengan perintah untuk tidak menyembah selain Allah SWT. Penempatan perintah berbuat baik kepada orang tua setelah perintah tauhid menunjukkan urgensi dan kedudukan tinggi akhlak ini dalam Islam. Ini mengimplikasikan bahwa bakti kepada orang tua adalah manifestasi nyata dari keimanan seseorang kepada Tuhannya.
Bahkan, jika orang tua adalah non-muslim dan mereka mengajak anaknya untuk melakukan syirik, Islam tetap mengajarkan agar anak tetap berlaku baik dalam urusan duniawi mereka, selama tidak melanggar batasan agama. Ini menunjukkan universalitas etika hormat orang tua yang diajarkan Al-Qur'an. Surah Al-Isra' ayat 23 menjadi pengingat abadi bahwa kesuksesan spiritual seseorang seringkali tercermin dari cara ia memperlakukan penyambung nasabnya di dunia ini.