? Allah

Kajian Mendalam: Surah Al-Ma'idah Ayat 109

Dalam lembaran Al-Qur'an, terdapat ayat-ayat yang secara spesifik membahas momen-momen penting di hari kiamat, terutama ketika Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas semua urusan duniawi, termasuk kesaksian para rasul. Salah satu ayat kunci yang menyoroti hal ini adalah Surah Al-Ma'idah ayat 109. Ayat ini memiliki bobot besar karena menggarisbawahi keadilan mutlak Allah SWT dalam memutuskan perkara.

يَوْمَ يَجْمَعُ اللّٰهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَآ أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

"Pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya kepada mereka: 'Apa jawaban yang kamu terima (dari umatmu)?' Mereka menjawab: 'Tidak ada pengetahuan bagi kami (tentang hal yang gaib); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi.'"

Konteks Penurunan dan Fokus Ayat

Surah Al-Ma'idah (Hidangan) sendiri banyak membahas tentang hukum-hukum syariat, perjanjian, dan juga peringatan keras bagi Bani Israil. Ayat 109 menempatkan kita pada gambaran hari penghakiman (Yaumul Qiyamah). Fokus utama ayat ini bukanlah tentang hukum duniawi, melainkan tentang verifikasi kebenaran risalah (pesan kenabian) di hadapan Sang Pencipta.

Allah SWT akan mengumpulkan semua rasul—mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW—dan mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar: "Apa respons yang kalian dapatkan ketika menyampaikan risalah (pesan tauhid) kepada umat kalian?" Pertanyaan ini bukanlah karena Allah tidak mengetahui jawabannya, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada para rasul untuk memberikan kesaksian resmi atas tugas mereka.

Jawaban Para Rasul: Pengakuan atas Ketidaktahuan Gaib

Respons para rasul sangat menarik: "La 'ilma lana" (Tidak ada pengetahuan bagi kami). Jawaban ini menunjukkan kerendahan hati dan batasan pengetahuan mereka. Para rasul hanya mengetahui apa yang diwahyukan kepada mereka dan apa yang mereka saksikan secara langsung dari kaumnya. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada umat setelah mereka wafat, bagaimana umat mereka menyimpang, atau apa yang tersembunyi dalam hati orang-orang yang menolak dakwah mereka.

Pengakuan ini menegaskan bahwa tugas para rasul adalah menyampaikan amanah, bukan mengawasi atau menghakimi setiap individu hingga akhir zaman. Mereka mengakui bahwa mengetahui segala hal yang tersembunyi (Al-Ghayb) adalah hak prerogatif Allah semata. Inilah penegasan tauhid yang paling murni dalam konteks kesaksian kenabian.

Keagungan Nama Allah: 'Allamul Ghuyub

Ayat ditutup dengan pujian tertinggi kepada Allah: "Innaka Anta 'Allamul Ghuyub" (Sesungguhnya Engkaulah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi). Nama Allah, Al-'Alim (Yang Maha Mengetahui), diperkuat dengan penambahan kata 'Allam' (Maha Mengetahui secara absolut dan detail). Ini menekankan bahwa hanya Allah yang memiliki cakupan pengetahuan tanpa batas, mencakup masa lalu, masa kini, masa depan, niat tersembunyi, hingga rahasia terdalam di hati manusia.

Dalam konteks Surah Al-Ma'idah ayat 109, pemahaman ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk tidak bergantung pada klaim-klaim gaib dari pihak mana pun selain dari wahyu Allah. Manusia hanya bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat secara zahir dan batin yang ia sadari, sementara pertanggungjawaban akhir (termasuk niat tersembunyi) diserahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Tahu.

Relevansi Ayat bagi Umat di Akhir Zaman

Meskipun ayat ini ditujukan kepada para rasul, implikasinya sangat besar bagi umat akhir zaman. Pertama, ia mengingatkan bahwa setiap amal perbuatan akan diperiksa. Kedua, ia mengajarkan bahwa kesaksian yang sah di hadapan Allah adalah kesaksian yang didukung oleh wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah), bukan sekadar klaim pribadi atau bisikan spiritual yang tidak diverifikasi.

Ayat ini juga menenangkan hati orang beriman. Jika kita telah menyampaikan kebenaran sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka kita tidak perlu cemas terhadap bagaimana orang lain menafsirkan atau menyimpang setelah kita tiada. Tugas kita selesai, dan kesaksian akhir akan diberikan oleh Rasulullah SAW sendiri di hadapan Allah SWT.

Kajian terhadap Surah Al-Ma'idah ayat 109 ini mengajak kita untuk selalu menyadari pengawasan Allah yang Maha Luas, serta meneladani sikap para rasul dalam menyampaikan kebenaran dengan penuh integritas, sambil mengakui batasan pengetahuan manusiawi kita dibandingkan dengan keagungan ilmu Allah SWT yang mencakup segala sesuatu yang tersembunyi (Al-Ghayb).

Sebagai penutup, ayat ini adalah pengingat yang kuat akan hari ketika tirai kegaiban akan disingkap, dan hanya kebenaran murni yang akan dipertimbangkan oleh Al-'Allamul Ghuyub.

🏠 Homepage