Ilustrasi Simbolik Penerangan Nur Ilahi
Surah Al-Ma'idah (Al-Hidangan) adalah salah satu surah Madaniyah yang kaya akan ajaran hukum, etika sosial, dan kisah-kisah penting mengenai perjanjian Allah dengan Bani Israil. Di antara ayat-ayat yang sarat makna, ayat 15 dan 16 memegang peranan krusial dalam mengingatkan umat Islam tentang konsekuensi dari iman dan kekafiran, serta janji kemuliaan bagi mereka yang taat.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ
(Ayat 15): Wahai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, yang banyak menjelaskan kepadamu hal-hal yang kamu sembunyikan dari Kitab, dan banyak pula yang dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya (Nabi Muhammad) dan kitab yang nyata (Al-Qur'an).
يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
(Ayat 16): Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Ayat 15 dimulai dengan panggilan tegas kepada Ahli Kitab—yaitu Yahudi dan Nasrani—yang memegang Taurat dan Injil sebelumnya. Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah datang membawa penjelasan gamblang mengenai ajaran-ajaran yang selama ini mereka sembunyikan atau selewengkan dari kitab suci mereka. Kehadiran Rasulullah adalah manifestasi dari kebenaran yang terpendam. Namun, ayat ini juga menunjukkan rahmat Allah; Nabi tidak mengungkap semua kesalahan mereka, menunjukkan bahwa fokus utama adalah membawa petunjuk baru.
Inti dari ayat ini adalah penetapan dua anugerah terbesar: Nurun (Cahaya) dan Kitabun Mubin (Kitab yang Nyata/Jelas). Cahaya di sini merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW, yang pembawaan risalahnya menerangi kegelapan kebodohan dan kesesatan. Kitab yang nyata adalah Al-Qur'an, yang penjelasannya sangat lugas dan tidak mengandung keraguan.
Ayat 16 melanjutkan penjelasan mengenai fungsi transformatif dari Kitab suci yang dibawa Nabi Muhammad. Ayat ini adalah janji Allah kepada siapa saja yang bersedia mengikuti jalan keridhaan-Nya. Allah menggunakan Al-Qur'an sebagai sarana untuk membimbing:
Meskipun ayat-ayat ini ditujukan secara spesifik kepada Ahli Kitab di masa kenabian, relevansinya abadi bagi seluruh umat Islam. Ayat ini mengajarkan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an sebagai sumber utama petunjuk. Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai ideologi di era modern, Al-Qur'an berfungsi sebagai Nurun yang membedakan antara yang benar dan yang salah.
Setiap individu Muslim dipanggil untuk aktif mencari keridhaan Allah, yang merupakan kunci untuk mendapatkan bimbingan. Jika kita berpaling dari petunjuk Kitabullah, kita berisiko kembali terseret ke dalam kegelapan keraguan dan penyimpangan moral, meskipun kita merasa telah menerima "cahaya" dari sumber lain. Ayat 15 dan 16 menegaskan bahwa kenabian telah usai, namun warisan petunjuk (Al-Qur'an) tetap utuh, menanti untuk diikuti demi mencapai keselamatan sejati dan ketaatan pada jalan Allah yang lurus. Ini adalah sebuah janji universal: Siapa saja yang memilih mengikuti cahaya, akan dipindahkan dari kegelapan.
Oleh karena itu, membaca dan merenungkan Surah Al-Ma'idah ayat 15 dan 16 adalah pengingat bahwa kemudahan jalan menuju kebenaran telah tersedia, tugas kita hanyalah memegang erat dan berjalan sesuai petunjuk-Nya dengan penuh keyakinan.