Surah Al-Maidah Ayat 69: Janji Kepada Mereka yang Beriman

Ilustrasi Keseimbangan dan Cahaya Ilahi SVG menunjukkan timbangan yang seimbang di satu sisi, dan cahaya yang memancar dari atas menuju ke arah timbangan, melambangkan keadilan dan petunjuk ilahi dalam ayat. إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Terjemahan Surah Al-Maidah Ayat 69

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (terucap), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan (melanggar) sumpah yang kamu sengaja. Maka kaffarat (tebusannya) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya ialah berpuasa tiga hari. Itulah kaffarat sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahnya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya, agar kamu bersyukur.

Konteks dan Kedalaman Ayat

Surah Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", merupakan salah satu surat Madaniyah yang kaya akan hukum dan pedoman hidup. Ayat ke-69 secara spesifik membahas tata cara Islam dalam mengelola janji dan sumpah (yamin), memberikan kerangka hukum yang jelas mengenai pertanggungjawaban sumpah yang diucapkan seorang Muslim.

Ayat ini membagi sumpah menjadi dua kategori penting: Laghw (sumpah yang tidak disengaja atau terucap tanpa niat mengikat) dan ‘Aqd (sumpah yang diucapkan dengan niat dan kesungguhan hati untuk mengikat diri pada suatu janji). Allah SWT menunjukkan sifat rahmat-Nya dengan tidak menghukum atas sumpah Laghw, yang seringkali terlepas dari lisan tanpa kesadaran penuh, mirip dengan ucapan "Astagfirullah" yang sering diulang-ulang.

Namun, ketika sumpah diikrarkan secara sadar dan kemudian dilanggar, ayat ini menetapkan tiga tingkatan kafarat yang harus dipenuhi, mengutamakan pembebasan diri dari ikatan duniawi (membebaskan budak), diikuti dengan kewajiban sosial (memberi makan atau pakaian), dan terakhir, kewajiban ritual (puasa). Urutan ini menunjukkan hierarki prioritas dalam syariat Islam: membebaskan jiwa lebih utama daripada sekadar mengeluarkan harta, dan membantu yang membutuhkan adalah inti dari penebusan dosa yang berhubungan dengan janji.

Kewajiban untuk "menjaga sumpah" menegaskan pentingnya menjaga integritas verbal dan komitmen dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam konteks modern, ini berarti menjaga janji, menepati kontrak, dan berbicara jujur, karena lidah adalah penanda kesalehan hati. Penutup ayat, "Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya, agar kamu bersyukur," menghubungkan kepatuhan hukum ini dengan rasa syukur. Dengan memahami dan melaksanakan aturan ini, seorang mukmin menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Allah atas petunjuk yang jelas tersebut. Pemahaman mendalam atas Surah Al-Maidah Ayat 69 ini mengajarkan kedisiplinan diri dan pentingnya amanah lisan.

🏠 Homepage