Keagungan dan Hikmah di Balik Surah Al-Jumu'ah (Hari Pertemuan)

Kajian Jumat

Ilustrasi pertemuan dan kekhusyukan hari Jumat.

Di antara lautan ayat dan surah dalam Al-Qur'anul Karim, terdapat surat-surat yang memiliki penamaan spesifik merujuk pada sebuah momen penting dalam ritual keagamaan umat Islam. Salah satunya adalah **Surah Al-Jumu'ah** (Hari Jumat), yang merupakan surah ke-62 dalam urutan mushaf dan diturunkan di Madinah.

Latar Belakang dan Nama Surah

Nama "Al-Jumu'ah" diambil dari ayat pertama surah ini yang berbicara tentang perintah untuk bersegera mengingat Allah ketika seruan shalat Jumat dikumandangkan. Hari Jumat adalah hari yang paling mulia bagi umat Islam, hari di mana mereka berkumpul (ijma') untuk mendengarkan khutbah dan menunaikan salat berjamaah.

Surah ini menegaskan fondasi penting ibadah sosial dalam Islam. Ia bukan hanya tentang ritual fisik, tetapi juga tentang kesadaran spiritual kolektif di tengah kesibukan duniawi.

Peringatan Terhadap Lalai Duniawi

Salah satu inti pesan yang sangat kuat dalam Surah Al-Jumu'ah adalah peringatan tegas terhadap godaan dunia yang dapat melalaikan manusia dari mengingat Allah. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(QS. Al-Jumu'ah: 9): "Hai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Ayat ini secara eksplisit memerintahkan pemisahan sementara antara urusan bisnis ('jual beli') dan kewajiban agama (mengingat Allah). Di era modern, ayat ini memiliki relevansi universal, mencakup semua bentuk kesibukan duniawi—entah itu pekerjaan, transaksi dagang, atau bahkan hiburan elektronik—yang berusaha mengambil prioritas utama dari waktu yang telah ditetapkan untuk ibadah.

Pentingnya Khutbah dan Penyerapan Ilmu

Setelah perintah untuk bergegas menuju masjid, surah ini menggarisbawahi aspek edukatif dari salat Jumat, yaitu mendengarkan khutbah. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya menyimak khutbah karena di dalamnya terdapat pelajaran, nasihat, dan pengingat akan ayat-ayat Allah.

Ayat selanjutnya menjelaskan kondisi orang-orang yang tidak mengambil manfaat dari majelis tersebut, seringkali disamakan dengan orang-orang yang disibukkan oleh urusan dunia mereka:

وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Ini menunjukkan bahwa hati yang terikat pada dunia akan otomatis berpaling ketika disuguhkan sesuatu yang lebih menarik secara materi atau kesenangan sesaat, bahkan ketika Nabi berdiri menyampaikan wahyu.

Perbandingan Umat Terdahulu

Surah Al-Jumu'ah juga memberikan pelajaran sejarah penting melalui perbandingan dengan umat terdahulu, khususnya Yahudi yang juga diwajibkan hari Jumat namun gagal memenuhinya:

Allah menyuguhkan perumpamaan tentang mereka yang dibebani Taurat namun tidak memikulnya, yaitu seperti keledai yang memanggul kitab-kitab tebal namun tidak mengerti isinya. Ini adalah metafora tajam bahwa sekadar memegang teks suci tanpa mengamalkannya adalah kesia-siaan.

Hal ini menjadi pengingat bagi Muslimin agar tidak meniru kegagalan umat sebelumnya. Surah ini mengajak umat Nabi Muhammad SAW untuk menjadi umat yang benar-benar mengaplikasikan ajaran yang mereka dengar. Hari Jumat adalah momentum tahunan untuk merefleksikan apakah pengakuan iman kita sejalan dengan tindakan kita, khususnya dalam mengutamakan panggilan Allah di atas godaan materi.

Penutup: Kematian dan Kepastian Akhirat

Surah Al-Jumu'ah ditutup dengan pengingat yang menggugah tentang kematian dan kebangkitan. Kematian adalah kepastian yang akan mendatangi setiap individu, tanpa memandang kekayaan, kesibukan, atau status sosial mereka. Oleh karena itu, satu-satunya bekal terbaik adalah takwa dan amal saleh yang telah dipersiapkan untuk Hari Pembalasan.

Surah Al-Jumu'ah adalah panduan praktis tentang bagaimana menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, menekankan bahwa hari pertemuan besar umat ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana penyucian jiwa dan penambahan ilmu, bukan sekadar rutinitas mingguan yang terlewatkan.

🏠 Homepage