Tafsir Surah Al-Isra Ayat 5

Memahami Konsekuensi Perbuatan Manusia

Ilustrasi Pelajaran Sejarah Sebuah ilustrasi simbolis yang menggambarkan kehancuran dan pertumbuhan kembali, merepresentasikan siklus peringatan dalam sejarah. Peringatan Siklus Ilmu
وَاَسْرٰى بَنِيْٓ اِسْرَاءِيْلَ فِي الْكُتُبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا

(5) Dan Kami wahyukan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar."

Latar Belakang dan Konteks Ayat

Surah Al-Isra (juga dikenal sebagai Surah Bani Israil), ayat kelima, adalah sebuah wahyu peringatan keras yang ditujukan kepada Bani Israil. Ayat ini secara spesifik merujuk pada pengetahuan yang telah diberikan Allah melalui kitab-kitab suci sebelumnya, terutama Taurat. Allah memberitahukan takdir yang akan menimpa mereka jika mereka menyimpang dari jalan kebenaran.

Peringatan ini bukan sekadar ramalan, melainkan konsekuensi logis dari tindakan penyimpangan yang mereka lakukan. Frasa kunci dalam ayat ini adalah "dua kali" (مَرَّتَيْنِ) dan "kesombongan yang besar" (عُلُوًّا كَبِيْرًا). Ayat ini menyoroti sifat dualitas dalam sejarah kenabian: adanya masa kemuliaan yang diikuti oleh masa kehancuran akibat penyimpangan moral dan spiritual.

Dua Kali Kerusakan di Muka Bumi

Para mufassir umumnya menafsirkan "dua kali kerusakan" ini sebagai dua periode utama kehancuran besar yang menimpa bangsa Yahudi setelah periode kenabian mereka.

Kerusakan Pertama: Banyak ulama mengaitkan kerusakan pertama ini dengan penaklukan dan penghancuran Baitul Maqdis (Yerusalem) pertama oleh Raja Nebukadnezar dari Babilonia. Kejadian ini terjadi setelah Bani Israil banyak melakukan pelanggaran, menyembah berhala, dan membunuh para nabi yang diutus kepada mereka. Kekalahan ini menyebabkan pembuangan massal ke Babilonia (Diaspora pertama). Ini adalah hukuman atas perbuatan maksiat dan pengkhianatan mereka terhadap perjanjian suci.

Kerusakan Kedua: Kerusakan kedua biasanya dihubungkan dengan penghancuran total Yerusalem dan Baitul Maqdis oleh bangsa Romawi di bawah pimpinan Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi. Periode ini ditandai dengan pemberontakan besar yang brutal. Kehancuran kedua ini jauh lebih dahsyat dan menyebabkan dispersi (penyebaran) yang lebih luas ke seluruh penjuru dunia, sekaligus penutupan periode kenabian mereka.

Kesombongan yang Melampaui Batas

Penyebab mendasar dari kedua kehancuran tersebut ditekankan pada bagian akhir ayat: "dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar." Kesombongan ini terwujud dalam beberapa bentuk:

Pelajaran Universal dari Peringatan Ini

Meskipun ayat ini secara historis ditujukan kepada Bani Israil, ia mengandung pelajaran universal yang berlaku bagi setiap individu dan komunitas yang menerima petunjuk ilahi. Surah Al-Isra ayat 5 mengajarkan bahwa status spiritual atau afiliasi agama tidak memberikan kekebalan dari hukum sebab akibat (Sunnatullah).

Setiap kali sekelompok manusia, meskipun mereka mengklaim memiliki kitab suci atau kebenaran, mulai menunjukkan kesombongan, melampaui batas moral, dan menyalahgunakan nikmat yang diberikan, maka konsekuensi kehancuran akan mengikuti. Allah Maha Adil; Ia tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya. Peringatan ini berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa kekuasaan, kemakmuran, dan kebebasan harus selalu diimbangi dengan rasa syukur, kerendahan hati, dan ketaatan pada prinsip-prinsip keadilan.

Kisah kehancuran dua kali Bani Israil menjadi cermin bagi umat Islam saat ini. Sejarah telah membuktikan bahwa umat yang meninggalkan nilai-nilai inti agamanya, yang didominasi oleh keserakahan dan kesombongan, pasti akan mengalami kemunduran dan kehilangan kemuliaan yang pernah mereka nikmati.

🏠 Homepage