Kisah Suci: Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa

Representasi visual koneksi dua situs suci.

Dalam sejarah Islam, terdapat dua masjid yang memegang posisi sangat fundamental dan sakral: Masjidil Haram di Mekkah, dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Kedua tempat ini tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga pusat spiritualitas bagi miliaran umat Muslim di seluruh dunia. Hubungan antara kedua masjid ini terjalin kuat melalui sejarah kenabian, ajaran Al-Qur'an, dan praktik ibadah sehari-hari.

Masjidil Haram: Kiblat Umat Islam

Masjidil Haram adalah masjid terbesar di dunia, mengelilingi Ka'bah, bangunan suci yang diyakini dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Masjidil Haram adalah tujuan utama setiap Muslim untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an telah menegaskan kedudukan mulia tempat ini. Shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan shalat di tempat lain, menjadikannya pusat gravitasi spiritual umat.

Setiap gerakan dalam ibadah haji—mulai dari thawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i antara Safa dan Marwah—memperkuat ikatan emosional dan spiritual jamaah dengan sejarah penciptaan dan perjuangan para nabi terdahulu. Masjidil Haram adalah manifestasi nyata dari persatuan (tauhid) karena jutaan orang dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu barisan, menghadap satu arah.

Masjidil Aqsa: Keajaiban Isra' Mi'raj

Masjidil Aqsa, yang seringkali merujuk pada keseluruhan kompleks Haram Asy-Syarif, memiliki kedudukan yang tak kalah tinggi. Dalam Al-Qur'an, tempat ini disebut sebagai Al-Masjidil Al-Aqsa (Masjid terjauh). Kedudukan spiritual Masjidil Aqsa diperkuat oleh peristiwa Isra' Mi'raj, perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dari sana beliau diangkat ke Sidratul Muntaha.

Lebih jauh lagi, Masjidil Aqsa juga merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum diperintahkan untuk menghadap ke Ka'bah. Ini menunjukkan kesinambungan historis antara dua situs suci ini. Beberapa ulama tafsir juga menyoroti kaitan antara doa Nabi Ibrahim AS dan keberkahan yang diberikan Allah SWT pada area sekitar Masjidil Aqsa, sebagaimana disebutkan dalam beberapa surah yang mengisahkan perjalanan para nabi.

Keterkaitan dalam Perspektif Surah dan Hadis

Meskipun tidak ada satu surah spesifik yang secara eksplisit membahas secara mendalam perbandingan antara kedua masjid secara berdampingan, Al-Qur'an memberikan landasan penting. Surah Al-Isra' (Surah ke-17) secara khusus menyebutkan perjalanan suci tersebut: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami." Ayat ini secara definitif menghubungkan kedua lokasi dalam satu narasi kenabian yang agung.

Dalam konteks keutamaan shalat, disebutkan bahwa shalat di Masjidil Haram jauh lebih utama. Namun, keutamaan shalat di Masjidil Aqsa juga sangat ditekankan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang menjadikannya masjid ketiga yang paling utama setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keutamaan ini mendorong umat Islam untuk selalu menjaga dan menziarahi kawasan tersebut kapan pun memungkinkan.

Signifikansi Dua Tanah Haram

Dua tanah haram ini, Mekkah dan Yerusalem, sering dipahami sebagai dua pilar penting dalam narasi Islam. Masjidil Haram mewakili titik awal risalah Islam yang universal (kiblat pertama dan pusat haji), sementara Masjidil Aqsa mewakili kesinambungan risalah tersebut, titik transit antara bumi dan langit, serta menjadi saksi bisu dakwah para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, termasuk Nabi Musa dan Nabi Isa AS (dalam perspektif sejarah kenabian yang diakui Islam).

Menjaga hubungan spiritual dengan kedua tempat ini adalah bagian dari pemenuhan iman. Ketika seorang Muslim menghadap Ka'bah saat shalat, ia mengingat kembali seluruh rantai kenabian yang telah diletakkan di atas fondasi keesaan Allah, yang secara historis melibatkan perjuangan para nabi di kedua wilayah suci tersebut. Dua masjid ini adalah pengingat abadi tentang sejarah panjang peradaban tauhid.

Singkatnya, baik Surah yang menceritakan Isra' Mi'raj maupun konteks sejarah haji secara jelas menempatkan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa sebagai dua mercusuar iman yang harus selalu diperhatikan oleh setiap Muslim.

🏠 Homepage