Ilustrasi Metaforis dari Lembah Hijr
Surat Al Hijr adalah surat ke-15 dalam urutan mushaf Al-Qur'an, terdiri dari 99 ayat. Ayat ke-15 seringkali dibahas dalam konteks peringatan kepada orang-orang kafir Mekkah yang mengingkari seruan tauhid dan kenabian Nabi Muhammad SAW. Ayat ini berisi penekanan bahwa kaum yang menentang kebenaran pada akhirnya akan mendapatkan konsekuensinya.
Ayat 15 dari Surat Al Hijr ini merupakan ancaman serius dari Allah SWT kepada mereka yang memilih jalan kesyirikan. Kata kunci utama dalam ayat ini adalah "الرُّعْبَ" (Ar-Ru'b) yang berarti rasa takut atau teror. Allah menegaskan bahwa Dia akan menanamkan rasa gentar yang mendalam di hati orang-orang kafir tersebut.
Rasa takut ini bukan tanpa sebab. Allah SWT menyebutkan alasannya: "بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا". Yakni, karena mereka menyekutukan Allah dengan perantara atau tandingan yang tidak memiliki bukti (sultanan) maupun dalil yang diturunkan dari sisi Allah. Kesyirikan adalah pelanggaran fundamental terhadap tauhid. Dalam kehidupan duniawi, ketakutan ini bisa termanifestasi sebagai kegelisahan, kepanikan saat menghadapi kaum Muslimin, atau ketidaktenangan batin karena fondasi akidah mereka rapuh.
Ancaman kedua dan yang lebih besar adalah nasib akhir mereka: "وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ". Tempat kembali mereka adalah api neraka. Ini menunjukkan bahwa konsekuensi dari perbuatan syirik di dunia akan berlanjut hingga ke akhirat, di mana mereka akan dihukum setimpal atas penolakan mereka terhadap kebenaran yang dibawa oleh para rasul.
Ayat ditutup dengan penegasan: "وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ" (Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim). Kata "zalim" di sini merujuk secara spesifik kepada orang-orang musyrik yang telah berbuat kezaliman terbesar, yaitu menempatkan sesuatu setara dengan Pencipta mereka. Neraka adalah tempat yang sangat buruk karena kekal di dalamnya dan merupakan puncak dari segala penderitaan.
Mempelajari Surat Al Hijr ayat 15 Latin dan maknanya memberikan beberapa pelajaran mendalam:
Bagi seorang Muslim, ayat ini berfungsi sebagai pengingat agar senantiasa menjaga kemurnian akidah (tauhid) dan tidak pernah menyekutukan Allah sedikit pun. Dengan menjauhi syirik, seorang mukmin akan menemukan ketenangan sejati, baik di dunia maupun di akhirat, jauh dari rasa takut yang ditimpakan kepada orang-orang kafir.
Surat Al Hijr secara keseluruhan memiliki pesan kuat mengenai kekuasaan Allah, peringatan terhadap umat terdahulu yang ingkar (seperti kaum Nabi Luth), dan penegasan bahwa Al-Qur'an adalah peringatan bagi seluruh alam. Ayat 15 ini menyambung rangkaian peringatan tersebut dengan menargetkan reaksi psikologis dan spiritual orang-orang yang menolak kebenaran.
Dengan memahami bacaan surat al hijr ayat 15 latin dan maknanya, kita diharapkan semakin teguh dalam iman dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, menyadari bahwa ketakutan terbesar bukanlah ancaman duniawi, melainkan murka Ilahi dan siksaan abadi di neraka.