Memahami Surat Al-Isra Ayat 66

? ! Ketentuan dan Pertolongan

Ilustrasi visualisasi ujian dan rahmat Ilahi.

Ayat dan Terjemahan

Surat Al-Isra (Bani Israil) ayat 66 adalah salah satu ayat penting dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu, termasuk mengatur kehidupan dan memberikan rezeki, sekaligus menjadi ujian bagi manusia.

۞ لَئِن شِئْنَا لَنُذْهِبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ۖ ثُمَّ لَا تَجِدْ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا
Terjemahan: "Dan sungguh, jika Kami mau, niscaya Kami hapuskan wahyu (Al-Qur'an) yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan kemudian kamu tidak akan mendapat seorang pun yang dapat membantumu untuk (mempertahankan)nya terhadap Kami."

Konteks dan Makna Mendalam

Ayat 66 dari Surat Al-Isra ini merupakan penegasan mutlak dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW mengenai sumber wahyu yang dibawa beliau. Ayat ini mengandung beberapa pelajaran fundamental yang sangat relevan bagi umat Islam sepanjang masa.

1. Penegasan Sumber Wahyu

Pesan utama dari ayat ini adalah bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah (firman Allah) yang diwahyukan secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Allah menegaskan kekuasaan-Nya untuk mencabut kembali wahyu tersebut kapan saja Dia kehendaki. Penekanan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa wahyu tersebut bukanlah hasil rekayasa atau ciptaan Nabi sendiri, melainkan anugerah murni dari Tuhan semesta alam.

2. Ujian Iman dan Keteguhan

Kalimat "Dan sungguh, jika Kami mau, niscaya Kami hapuskan..." adalah bentuk pengujian (tahaddī) sekaligus peringatan. Bagi Nabi, ini menegaskan bahwa kemuliaan dan keberhasilan dakwahnya sepenuhnya bergantung pada pemeliharaan dan pertolongan Allah. Jika Allah menarik pertolongan-Nya, bahkan Al-Qur'an yang mulia itu bisa saja hilang dari ingatan atau tulisan.

3. Ketergantungan Penuh Kepada Allah

Bagian kedua ayat, "...dan kemudian kamu tidak akan mendapat seorang pun yang dapat membantumu untuk (mempertahankan)nya terhadap Kami," menekankan ketiadaan penolong lain selain Allah dalam mempertahankan kebenaran risalah ini. Ketika menghadapi tantangan, penolakan, atau usaha pembatalan dari kaum musyrikin, Nabi diingatkan bahwa pertahanan sejati dan keberlangsungan ajaran ini hanya ada di tangan Allah SWT. Ini menumbuhkan sikap tawakkal yang sempurna.

Relevansi Hari Ini

Meskipun ayat ini ditujukan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, maknanya tetap relevan bagi umatnya. Kaum muslimin diingatkan bahwa menjaga, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an adalah amanah besar yang memerlukan pemeliharaan konstan dari Allah. Jika umat meninggalkan tuntunan-Nya atau menyimpang dari ajarannya, maka pertolongan dan keberkahan yang sama dapat dicabut.

Ayat ini mendorong umat untuk selalu bersyukur atas nikmat Al-Qur'an dan untuk tidak pernah merasa aman dari makar Allah. Keteguhan hati dalam berpegang pada petunjuk Ilahi harus selalu diiringi dengan kesadaran bahwa tanpa rahmat dan pemeliharaan-Nya, usaha manusia akan sia-sia. Oleh karena itu, setiap muslim harus senantiasa memohon agar Allah senantiasa menjaga hati dan lisan mereka untuk tetap berada di jalan yang lurus, sebagaimana yang diwahyukan dalam Al-Qur'an.

Memahami Surat Al-Isra ayat 66 memperkuat fondasi keimanan, menjadikan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya menjadi lebih otentik dan bergantung sepenuhnya pada kehendak-Nya, tanpa bergantung pada kekuatan duniawi mana pun.

🏠 Homepage