Surat Al-Zalzalah (Az-Zalzalah), yang memiliki arti "Kegoncangan", adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang sarat makna tentang hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan. Penetapan apakah surat ini diturunkan di kota Mekah (Makkiyah) atau Madinah (Madaniyah) memiliki implikasi penting dalam pemahaman tafsirnya. Mayoritas ulama tafsir menetapkan bahwa surat Al-Zalzalah diturunkan di kota Mekah, sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Ilustrasi guncangan bumi di akhir zaman.
Penentuan bahwa surat Al-Zalzalah diturunkan di kota Mekah didasarkan pada karakteristik umum surat-surat Makkiyah. Surat-surat yang turun di Mekah umumnya memiliki fokus utama pada:
Surat Al-Zalzalah sangat sesuai dengan tema-tema ini. Surat ini dimulai dengan deskripsi visual yang sangat kuat tentang goncangan dahsyat bumi saat kiamat tiba. Fokus pada kengerian masa akhirat ini adalah ciri khas dakwah awal Nabi di Mekah, ketika tantangan utama adalah meyakinkan kaum musyrik tentang kebenaran hari pembalasan.
Isi surat ini sangat lugas, sebagaimana tercermin dalam terjemahan ayat-ayatnya:
Fakta bahwa surat Al-Zalzalah diturunkan di kota Mekah memperkuat urgensi pesan ini. Di tengah penolakan keras terhadap kenabian, Allah menurunkan ayat yang mengingatkan bahwa bumi—yang selama ini menjadi pijakan mereka—akan bersaksi melawan mereka. Bumi tidak hanya akan ‘mengeluarkan beban beratnya’ (mayat-mayat yang dibangkitkan), tetapi ia juga akan ‘menceritakan berita-beritanya’ sebagai saksi bisu atas setiap perbuatan yang dilakukan di permukaannya.
Surat-surat Madaniyah, yang turun setelah hijrah, cenderung membahas lebih banyak tentang hukum-hukum sosial, muamalah (transaksi), perundang-undangan (seperti warisan, pernikahan, dan peperangan), serta tata cara kehidupan berjamaah. Sementara itu, Al-Zalzalah hanya berfokus pada aspek ‘aqidah dan hari akhir’. Konteks inilah yang semakin memperkuat pandangan bahwa surat Al-Zalzalah diturunkan di kota Mekah sebagai penguatan iman di masa sulit menghadapi perlawanan.
Pernyataan akhir surat tersebut, yang membahas perhitungan amal sekecil apapun:
Ayat ini berfungsi sebagai penutup yang tegas, menegaskan prinsip keadilan universal Allah SWT, sebuah tema sentral dalam periode awal Islam di mana kaum Muslimin seringkali mengalami ketidakadilan dan penindasan. Mereka diyakinkan bahwa meski mereka teraniaya di dunia, tidak ada satu pun perbuatan baik atau buruk mereka yang luput dari perhitungan di akhirat.
Berdasarkan analisis tematik dan kesesuaian dengan pola pewahyuan, kesimpulan yang kuat adalah surat Al-Zalzalah diturunkan di kota Mekah. Surat ini menjadi pengingat abadi bagi seluruh umat Islam, di manapun mereka berada, bahwa fondasi kehidupan duniawi akan runtuh, digantikan oleh pertanggungjawaban mutlak di hadapan Pencipta, di mana bumi sendiri menjadi saksi atas setiap langkah kehidupan kita.
Pemahaman ini membantu memperkaya kedalaman spiritual kita saat membaca ayat-ayatnya, membayangkan kengerian hari kiamat yang digambarkan begitu nyata oleh wahyu yang turun di jantung kota suci tersebut.