Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil (Anak-Anak Israel), adalah surat ke-17 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat ini memiliki kedudukan yang sangat penting, terutama karena di dalamnya terkandung kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra Mi'raj. Selain itu, Al-Isra juga memuat serangkaian pentingnya akidah, etika sosial, serta peringatan-peringatan keras bagi umat manusia mengenai konsekuensi perbuatan mereka.
Keajaiban Isra Mi'raj: Perjalanan di Malam Hari
Pembukaan surat ini langsung menyoroti mukjizat luar biasa yang dianugerahkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW. Ayat pertama (ayat 1) adalah inti dari peristiwa Isra:
Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang Maha Suci telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, tempat yang diberkahi sekelilingnya, untuk diperlihatkan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Perjalanan ini, yang merupakan bukti nyata kekuasaan ilahi dan penguatan iman bagi Nabi, menjadi tonggak sejarah dalam Islam.
Peringatan dan Hukum Dasar dalam Al-Isra
Setelah mukjizat besar, Allah SWT memberikan serangkaian perintah dan larangan yang mendasari tata kelola kehidupan sosial dan spiritual. Beberapa poin penting yang ditekankan meliputi:
Larangan Syirik (Ayat 22): Menekankan tauhid sebagai pondasi utama, di mana tidak boleh mempersekutukan Allah dengan apapun.
Berbakti kepada Orang Tua (Ayat 23-24): Etika hubungan dengan orang tua sangat ditekankan. Bahkan dalam hal yang sangat sederhana seperti mengucapkan 'ah' atau membentak dilarang; yang diperintahkan adalah berkata mulia dan merendahkan diri penuh kasih sayang.
Menjaga Hak Anak Yatim dan Tidak Melanggar Janji (Ayat 34): Surat ini secara tegas melarang mendekati harta anak yatim kecuali untuk tujuan perbaikan dan menekankan pentingnya menepati setiap janji yang telah diucapkan.
Kejujuran dalam Perdagangan (Ayat 35): Ayat ini memberikan instruksi tegas mengenai timbangan dan takaran yang adil, sebuah prinsip vital bagi keadilan ekonomi.
Kisah Bani Israil dan Dampak Perilaku
Sebagian besar surat ini menyoroti sejarah Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub/Israel) setelah mereka diselamatkan dari Firaun. Al-Qur'an secara kronologis menceritakan bagaimana mereka seringkali menyalahgunakan nikmat dan perjanjian yang telah diberikan Allah.
Surat Al-Isra mengingatkan bahwa kerusakan yang mereka perbuat di bumi akan berdampak pada diri mereka sendiri. Ayat 4 sampai 8 secara spesifik membahas dua kerusakan besar yang dilakukan Bani Israil: kerusakan pertama ditandai dengan kesombongan dan penindasan, sedangkan kerusakan kedua (yang lebih besar) ditandai dengan kebohongan dan pengkhianatan terhadap risalah kenabian.
Allah menegaskan bahwa meskipun Bani Israil mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri (tawba), jika mereka kembali berbuat kerusakan, maka Allah akan memberikan hukuman yang setimpal. Hal ini menjadi pelajaran universal bahwa kemakmuran dan pertolongan ilahi bersifat kondisional, tergantung pada ketaatan pada syariat dan akhlak mulia.
Prinsip Keadilan dan Pertanggungjawaban
Al-Isra juga menekankan konsep pertanggungjawaban individu (ayat 15): "Barangsiapa mendapat petunjuk, maka ia mendapat petunjuk itu untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tersesat, maka ia tersesat atas jiwanya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain..." Prinsip ini sangat penting karena menetapkan bahwa setiap manusia akan diadili berdasarkan amal perbuatannya sendiri di akhirat.
Selain itu, surat ini mengakhiri bagian hukumnya dengan nasihat untuk tidak membunuh jiwa—kecuali dalam batas keadilan (qishas)—dan larangan mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk (ayat 32).
Secara keseluruhan, Surat Al-Isra berfungsi sebagai peta jalan komprehensif: ia mengabadikan kebesaran mukjizat kenabian, menetapkan standar moralitas yang tinggi dalam interaksi keluarga dan sosial, serta memberikan peringatan tegas mengenai siklus keadilan ilahi yang berlaku bagi semua bangsa yang menerima wahyu. Mempelajari dan merenungkan isi Al-Isra secara lengkap memberikan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab seorang Muslim di muka bumi.