Salat Tahajud adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Momentum keheningan malam ini dianggap sebagai waktu paling afdal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keutamaan ibadah ini banyak diabadikan dalam berbagai ayat tahajud dalam Al-Quran yang memberikan motivasi kuat bagi umat Muslim untuk menghidupkan malam mereka dengan munajat.
Al-Quran secara eksplisit menyebutkan keutamaan dan perintah bagi orang-orang yang mau bangun malam untuk beribadah. Ayat yang paling sering dikaitkan dengan anjuran Tahajud adalah:
Ayat ini menjadi landasan utama yang menegaskan status Tahajud bukan sekadar salat biasa, melainkan sebuah 'tambahan' (ziyadah) yang memiliki janji besar, yaitu didudukannya pelakunya di 'maqaman mahmudah' (tempat yang terpuji), yang diyakini sebagai syafaat di hari kiamat atau kemuliaan di dunia.
Selain itu, Al-Quran juga menggambarkan ciri-ciri hamba Allah yang paling dicintai-Nya, di mana bangun malam untuk beribadah adalah salah satu deskripsinya. Allah SWT berfirman:
Ayat-ayat ini menekankan konsistensi dan pengorbanan waktu tidur demi mencari keridhaan Allah. Bagi orang yang beriman, malam hari bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan kesempatan emas untuk membedakan diri dari mayoritas manusia yang tengah terlelap.
Ketika seorang Muslim melaksanakan salat Tahajud, ia sedang meneladani Rasulullah SAW. Selain melaksanakan salat sunnah itu sendiri, umat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Quran, khususnya ayat-ayat yang membangkitkan ketenangan jiwa dan pemahaman akan kebesaran Allah. Banyak ulama menyarankan untuk merenungkan ayat tahajud dalam Al-Quran atau ayat-ayat lain yang berkaitan dengan penciptaan dan hari akhir saat sujud.
Proses bangun di tengah malam, menahan kantuk, dan berdiri menghadap kiblat adalah bukti ketulusan. Inilah yang membuat doa dan permohonan yang dipanjatkan pada waktu tersebut sangat mustajab. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman, "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, akan Kukabulkan permintaannya; barangsiapa yang memohon kepada-Ku, akan Ku-berikan permintaannya; dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Ku-ampuni dosanya." (HR. Bukhari & Muslim).
Waktu Tahajud yang dimaksud dalam ayat tahajud dalam Al-Quran adalah sepertiga malam terakhir, yaitu setelah waktu Isya hingga terbit fajar shadiq. Namun, yang paling utama adalah mendekati waktu Subuh. Hal ini karena energi spiritual dan ketenangan pada saat itu berada pada puncaknya, menyebabkan hati lebih mudah khusyuk dan pikiran lebih jernih untuk meresapi makna ayat-ayat suci.
Meskipun Tahajud adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan), konsistensi dalam melaksanakannya akan membawa dampak signifikan pada kualitas hidup spiritual. Ayat-ayat yang memerintahkan ibadah malam berfungsi sebagai pengingat bahwa kesuksesan hakiki di akhirat didapatkan dari upaya nyata di saat kebanyakan orang lalai.
Intinya, setiap ayat tahajud dalam Al-Quran adalah panggilan istimewa. Ia bukan beban, melainkan kesempatan emas untuk mendapatkan rahmat, pengampunan, dan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Dengan menjaga shalat malam, seorang mukmin menumbuhkan kedisiplinan diri, ketabahan spiritual, dan kejernihan hati yang diperlukan untuk menghadapi tantangan duniawi.