Pedoman Kerjasama dalam Kebaikan

Ilustrasi Harmoni dan Tolong Menolong Dua tangan saling menggenggam di atas lambang keseimbangan, dikelilingi oleh simbol-simbol kebaikan dan penolakan terhadap permusuhan.

Teks Al-Qur'an: Surah Al-Ma'idah Ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Terjemahan:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan (melanggar) kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang hadyu (korban), dan jangan pula orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya. Dan apabila kamu telah bertahallul (selesai dari ihram), maka berburulah. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum yang pernah menghalangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.

Inti Ajaran: Prinsip Kerjasama Islami

Ayat yang agung ini, QS Al Maidah ayat 2, bukan hanya berisi larangan-larangan terkait ritual haji dan kehormatan Baitullah, tetapi juga memuat kaidah fundamental dalam interaksi sosial dan etika bermasyarakat umat Islam secara universal. Bagian penutup ayat ini menjadi landasan moral yang sangat kuat, yaitu perintah untuk saling bekerja sama dalam kebaikan dan takwa, serta larangan keras untuk berkolaborasi dalam dosa dan permusuhan.

1. Larangan Meneruskan Permusuhan Secara Tidak Adil

Ayat ini memulai dengan mengoreksi pola pikir yang saat itu mungkin berlaku di kalangan sahabat—yaitu membalas dendam atau melanjutkan permusuhan. Allah melarang umat-Nya, meskipun dibenci oleh suatu kaum (seperti kaum Quraisy yang pernah menghalangi mereka dari Masjidilharam), untuk menjadikan kebencian itu sebagai alasan untuk melanggar batasan dan berbuat aniaya. Ini menunjukkan tingginya prinsip keadilan dan objektivitas moral dalam Islam, bahkan di tengah konflik.

2. Prinsip Tolong-Menolong: Al-Birr Wat Taqwa

Puncak ajaran dalam ayat ini terletak pada perintah: "Wa ta'awanu 'alal birri wat taqwa." Al-Birr secara umum berarti kebajikan, kebaikan, ketaatan, dan amal saleh. Sementara At-Taqwa adalah kesadaran dan rasa takut kepada Allah yang mendorong seseorang menjaga diri dari larangan-Nya.

Ini adalah seruan inklusif. Bantuan tidak dibatasi hanya untuk sesama muslim saja, tetapi mencakup segala bentuk kegiatan yang membawa manfaat, kemaslahatan, dan mendekatkan diri kepada ketakwaan kepada Allah SWT. Ini mencakup kerjasama dalam pembangunan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan upaya menegakkan nilai-nilai moral.

3. Larangan Kerjasama dalam Kejahatan

Kontras dengan perintah di atas adalah larangan tegas: "Wa la ta'awanu 'alal itsmi wal 'udwan." Al-Itsm (dosa) adalah segala perbuatan yang melanggar perintah Allah. Al-'Udwan (permusuhan/kezaliman) adalah melampaui batas dan menindas hak orang lain.

Ini menuntut setiap individu untuk memiliki filter moral yang jelas dalam memilih lingkungan dan mitra kerja. Keterlibatan, sekecil apa pun, dalam mendukung atau memfasilitasi kemaksiatan dan penindasan adalah pelanggaran langsung terhadap perintah Allah dalam QS Al Maidah ayat 2. Jika suatu kegiatan jelas mengarah pada kerusakan (fisik, moral, atau spiritual), seorang mukmin wajib menarik diri dan menolak berpartisipasi.

Implikasi Kontemporer

Dalam konteks modern, ayat ini relevan dalam isu kolaborasi lintas sektor, etika bisnis, dan tanggung jawab sosial. Seorang muslim harus memastikan bahwa proyek atau pekerjaan yang ia lakukan tidak bertentangan dengan prinsip kebaikan (Al-Birr) dan tidak menjadi alat untuk menyebarkan kemaksiatan (Al-Itsm). Pemahaman mendalam terhadap ayat ini memastikan bahwa energi dan sumber daya umat dimanfaatkan secara produktif untuk meraih keridhaan Allah, sesuai dengan teladan yang diletakkan dalam Surah Al-Maidah.

🏠 Homepage