Representasi Visual Sistem Akar Jeruk
Pohon jeruk (genus Citrus) adalah salah satu tanaman buah yang paling populer di dunia. Meskipun buahnya yang manis dan asam sering menjadi fokus utama, keberhasilan dan kesehatan pohon ini sangat bergantung pada bagian yang tersembunyi: akar jeruk. Jauh di bawah permukaan tanah, sistem akar bekerja tanpa lelah menjalankan fungsi vital yang memastikan kelangsungan hidup tanaman.
Akar jeruk memiliki tiga fungsi mendasar yang harus dilakukan secara efisien. Tanpa fungsi-fungsi ini, pohon tidak akan mampu mendukung produksi buah yang optimal. Fungsi-fungsi tersebut adalah penyerapan, jangkar, dan penyimpanan.
Ini adalah peran yang paling dikenal. Akar primer dan sekunder, terutama akar serabut yang memiliki ujung akar (root tips) yang sangat aktif, bertanggung jawab menyerap air dan mineral terlarut dari tanah. Jeruk adalah tanaman yang haus air dan membutuhkan pasokan nutrisi yang konsisten, terutama Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Keseimbangan penyerapan ini sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah, aerasi, dan pH media tanam.
Pohon jeruk, terutama ketika sudah dewasa dan berbuah lebat, memiliki berat yang signifikan. Sistem akar yang berkembang baik bertindak sebagai jangkar, menahan batang dan kanopi agar tidak tumbang akibat angin kencang atau badai. Jaringan akar yang menyebar luas memberikan stabilitas struktural.
Mirip dengan bagian tanaman lainnya, akar juga menyimpan karbohidrat (sebagai pati) yang dihasilkan selama fotosintesis. Cadangan makanan ini sangat penting untuk memicu pertumbuhan vegetatif di awal musim semi atau untuk mendukung pembungaan dan pembentukan buah pada saat kondisi lingkungan kurang mendukung.
Sistem perakaran jeruk umumnya bersifat menyebar (lateral) daripada menancap sangat dalam, meskipun kedalaman dapat bervariasi tergantung kondisi tanah. Kebanyakan akar aktif berada di lapisan 30 hingga 60 cm pertama tanah, di mana kandungan oksigen dan nutrisi paling melimpah.
Terdapat berbagai jenis akar pada pohon jeruk:
Kesehatan akar secara langsung menentukan kesehatan daun dan buah. Beberapa masalah paling umum terkait dengan akar jeruk meliputi:
Ironisnya, baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak air dapat merusak akar. Kekurangan air menyebabkan akar stres dan mengurangi penyerapan. Sementara itu, kelebihan air (terutama pada tanah liat padat) menyebabkan anaerobik, di mana akar kekurangan oksigen, memicu busuk akar.
Penyakit paling ditakuti yang menyerang akar jeruk adalah Phytophthora gummosis (sering disebut busuk akar). Jamur ini berkembang biak di tanah yang basah dan jenuh air. Gejala eksternal sering kali berupa daun menguning dan pertumbuhan kerdil, tetapi kerusakan utama terjadi di bawah tanah, merusak kemampuan akar untuk menyerap air.
Banyak masalah akar dimulai saat penanaman. Menanam terlalu dalam, di mana pangkal batang terendam media tanam, hampir pasti menyebabkan pembusukan leher batang. Selain itu, akar yang terikat (root bound) pada wadah sebelum dipindahkan ke lapangan akan kesulitan berkembang dengan baik di tanah terbuka.
Untuk memastikan pohon jeruk Anda berproduksi secara berkelanjutan, manajemen akar harus menjadi prioritas. Ini melibatkan menjaga kondisi tanah di sekitar zona perakaran:
Memahami dan menghargai peran sistem akar jeruk adalah kunci untuk berkebun sitrus yang sukses. Ketika akarnya sehat, pohon akan mampu menghadapi tantangan lingkungan dan memberikan hasil panen yang melimpah.