Ilustrasi Mushaf Al-Qur'an Al-Qur'an

Perjalanan Pembacaan Setelah Surat Al-Isra

Setiap lembar dan setiap surat dalam Al-Qur'an memiliki urutan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Bagi seorang Muslim yang sedang membaca Al-Qur'an secara berurutan (tartil), mengetahui surat apa yang datang setelah Surat Al-Isra adalah bagian dari rangkaian ibadah dan pemahaman struktur kitab suci.

Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil (QS. 17), merupakan surat ke-17 dalam urutan mushaf. Surat ini kaya akan pelajaran mengenai perjalanan malam Nabi Muhammad SAW (Isra Mi'raj) dan berbagai peringatan serta janji ilahi. Setelah selesai membaca surat yang panjang dan mendalam ini, pembaca akan melanjutkan ke surat berikutnya dalam susunan mushaf.

Surat Berikutnya: Surat Al-Kahf

Secara definitif, surat yang berada tepat setelah Surat Al-Isra (Al-Isra') adalah Surat Al-Kahf (QS. 18). Surat Al-Kahf adalah surat ke-18 dalam urutan mushaf Utsmani yang kita gunakan saat ini. Nama Al-Kahf sendiri berarti "Gua," merujuk pada kisah utama yang termuat di dalamnya, yaitu kisah Ashabul Kahfi (pemuda-pemuda gua).

Perpindahan dari Al-Isra ke Al-Kahf menandai transisi tematik dan naratif yang menarik dalam Al-Qur'an. Jika Al-Isra banyak membahas tentang tauhid, larangan perbuatan keji, dan keajaiban Isra Mi'raj, Al-Kahf membawa pembaca pada empat kisah besar yang berfungsi sebagai ujian atau fitnah dalam kehidupan:

  1. Kisah Ashabul Kahfi (Ujian iman dan spiritualitas di tengah persekusi).
  2. Kisah dua pemilik kebun (Ujian harta dan kesombongan).
  3. Kisah Nabi Musa dan Khidir (Ujian ilmu pengetahuan dan hikmah di balik ketentuan Allah).
  4. Kisah Dzulkarnain (Ujian kekuasaan dan kepemimpinan).

Pentingnya Urutan Bacaan dalam Mushaf

Meskipun urutan surat dalam mushaf (susunan tartibi) berbeda dengan urutan turunnya wahyu (susunan nuzuli), urutan mushaf yang kita kenal saat ini (dimulai dari Al-Fatihah hingga An-Nas) diyakini memiliki hikmahnya sendiri, disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, membaca Al-Qur'an sesuai dengan susunan mushaf adalah praktik yang dianjurkan.

Ketika seseorang mencapai akhir Al-Isra, ia secara otomatis akan membuka lembaran atau halaman yang memulai Surat Al-Kahf. Memahami bahwa setelah Surat Al-Isra adalah Al-Kahf membantu pembaca mempersiapkan diri secara mental untuk kisah-kisah monumental yang akan dibahas dalam surat berikutnya.

Kaitan Konten Antar Surat

Meskipun secara teknis Al-Kahf adalah surat baru, terdapat benang merah yang menghubungkannya dengan Al-Isra. Al-Isra membahas bagaimana Allah melindungi hamba-Nya di masa-masa sulit (Isra Mi'raj). Sementara itu, Al-Kahf memberikan contoh nyata tentang bagaimana Allah melindungi orang-orang beriman melalui ujian yang berbeda-beda—baik melalui persembunyian fisik (Ashabul Kahfi) maupun melalui kekuasaan dan pengetahuan (Dzulkarnain dan Musa).

Secara ringkas, bagi pembaca yang ingin mengikuti Al-Qur'an secara berurutan, ingatlah bahwa setelah menyelesaikan Surat Al-Isra (QS. 17), langkah selanjutnya adalah memulai Surat Al-Kahf (QS. 18). Kedua surat ini, yang berdekatan secara penempatan, menawarkan pelajaran mendalam tentang iman, ujian, dan pertolongan ilahi sepanjang sejarah umat manusia. Ini adalah bagian penting dari kontinuitas pesan Ilahi yang harus dipahami dan direnungkan.

🏠 Homepage