Surat Al-Hijr terdiri dari 99 ayat dan termasuk golongan Makkiyah. Surat ini banyak membahas tentang kekuasaan Allah, kisah-kisah nabi terdahulu, dan pentingnya mengingat hari kiamat.
Surat Al-Hijr (QS. 15) memiliki kedalaman makna yang luar biasa, menekankan kebenaran wahyu Al-Qur'an dan keniscayaan pesan-pesan Ilahi. Ayat-ayat awal, seperti yang telah disebutkan di atas, menanggapi tantangan kaum musyrik Makkah yang meminta mukjizat berupa kedatangan para malaikat. Allah menegaskan bahwa malaikat turun hanya membawa kebenaran, bukan untuk memenuhi tuntutan orang yang mendustakan. Pemeliharaan Al-Qur'an juga ditekankan sebagai janji ilahi yang pasti (Ayat 9), yang menjadikannya berbeda dari kitab-kitab terdahulu yang mungkin telah mengalami perubahan atau penyimpangan seiring waktu.
Memasuki pertengahan surat, pembahasan berlanjut pada kisah-kisah para nabi. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah Nabi Ibrahim dengan malaikat-malaikat yang datang untuk memberikan kabar gembira mengenai kelahiran Nabi Ishaq, dan juga mengenai pembinasaan kaum Nabi Luth. Kisah-kisah ini berfungsi sebagai pengingat bagi kaum Nabi Muhammad SAW bahwa pola penolakan terhadap kerasulan selalu berulang dalam sejarah umat manusia.
Ayat 26 dan 27 menarik perhatian karena menjelaskan asal mula penciptaan manusia (dari tanah liat yang diberi bentuk) dan jin (dari api). Ini menegaskan bahwa kedua makhluk ini memiliki asal yang berbeda, namun keduanya diciptakan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk beribadah kepada-Nya. Penegasan tentang penciptaan ini seringkali mendahului peringatan tentang keangkuhan iblis (setan).
Di ayat-ayat berikutnya, Allah menceritakan kisah sujudnya para malaikat kepada Adam atas perintah-Nya, dan penolakan serta kesombongan Iblis. Penolakan Iblis adalah contoh klasik dari kesombongan yang lahir dari rasa superioritas ("Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api dan dia Engkau ciptakan dari tanah liat"). Kisah ini menjadi pelajaran abadi tentang bahaya kesombongan dan pentingnya ketaatan mutlak kepada perintah Allah.
Selain itu, Surat Al-Hijr juga memuat penegasan tentang kebesaran Allah dalam penciptaan alam semesta, seperti menciptakan gunung-gunung sebagai pasak bumi dan mengatur hujan sebagai sumber kehidupan. Surat ini ditutup dengan peringatan keras terhadap mereka yang berpaling dari Al-Qur'an dan janji balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Inti dari surat ini adalah seruan untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah, meninggalkan kesombongan, dan bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan.
Semoga penjelasan singkat ini menambah pemahaman kita mengenai makna mulia Surat Al-Hijr.