Membedah Kekuatan Tauhid: Surat Al-Isra Ayat 56

Ilustrasi pesan Ilahi dan pencerahan

Teks dan Terjemahan Ayat

Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an yang kaya akan pelajaran penting mengenai akidah, sejarah, dan moralitas. Salah satu ayat kunci yang menekankan inti ajaran Islam adalah ayat ke-56.

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Dia, maka mereka tidak berkuasa menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya (kepadamu)."

(QS. Al-Isra: 56)

Inti Permintaan kepada Kaum Musyrikin

Ayat 56 ini merupakan tantangan langsung dari Allah SWT melalui lisan Nabi Muhammad SAW kepada mereka yang menyekutukan Allah (musyrikin) atau mereka yang menggantungkan harapan kepada selain Pencipta. Permintaan dalam ayat ini sangat lugas: **"Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Dia."**

Tantangan ini bukan sekadar perdebatan teologis, tetapi uji coba praktis atas klaim mereka. Kaum musyrikin pada masa itu menyembah berhala, orang saleh yang telah wafat, atau entitas lain yang mereka yakini memiliki kekuatan spiritual atau kemampuan intervensi ilahi. Ayat ini meminta mereka untuk menguji validitas sesembahan mereka di hadapan kesulitan nyata.

Kekuasaan Absolut Allah dalam Menghilangkan Bahaya

Inti penekanan dalam ayat ini adalah pada dua kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapa pun selain Allah: Kasyf al-Dhurr (menghilangkan bahaya) dan Tahwil (memindahkannya).

1. Kasyf al-Dhurr (Menghilangkan Bahaya): Ketika suatu musibah, penyakit, kemiskinan, atau ketakutan menimpa seseorang, hanya Allah-lah yang memiliki otoritas mutlak untuk mengangkat penderitaan tersebut. Semua perantara, doa kepada selain-Nya, atau jimat hanyalah ilusi jika dibandingkan dengan kemampuan Pencipta segala sebab dan akibat.

2. Tahwil (Memindahkannya): Jika seseorang tidak mampu menghilangkan bahaya, apakah mereka mampu memindahkannya dari satu orang ke orang lain, atau dari satu waktu ke waktu lain? Jawabannya tetap tidak. Kekuatan untuk memutarbalikkan takdir atau mengubah nasib yang telah ditetapkan hanya berada di tangan Allah. Jika dewa atau berhala mereka benar-benar berkuasa, mereka seharusnya bisa menggunakan kekuasaan itu untuk melindungi penyembah mereka sendiri dari kesulitan yang sedang dihadapi.

Pentingnya Tawakkul dalam Kehidupan Modern

Pelajaran dari Surat Al-Isra ayat 56 ini tetap relevan hingga kini. Dalam konteks kehidupan modern, "sesembahan selain Allah" dapat mengambil bentuk yang lebih halus: obsesi terhadap harta, keyakinan buta pada teknologi tanpa batas, atau ketergantungan penuh pada jabatan dan kekuasaan duniawi.

Ketika seseorang menghadapi krisis finansial, penyakit kronis, atau kegagalan besar, ayat ini mengingatkan kita bahwa sumber pertolongan sejati adalah sumber yang memiliki kendali penuh atas nasib dan realitas. Menggantungkan hati sepenuhnya kepada selain Allah adalah tindakan yang secara inheren penuh risiko karena "selain Dia" tidak memiliki kuasa untuk menjamin hasil.

Oleh karena itu, ayat ini meneguhkan pondasi utama akidah Islam: Tauhid al-Uluhiyyah—pengesaan Allah dalam segala bentuk ibadah dan permohonan pertolongan. Hanya Dia yang layak diseru saat kita berada dalam kesempitan, karena hanya Dia yang mampu menghilangkan atau memindahkan bahaya tersebut atas kehendak-Nya.

Perbandingan dengan Ayat Lain

Ayat ini sangat selaras dengan apa yang ditegaskan dalam surat-surat lain, misalnya dalam Surat Yunus ayat 18, di mana disebutkan bahwa orang-orang yang disembah selain Allah tidak dapat memberikan manfaat maupun mudharat. Keduanya menegaskan bahwa otoritas penuh dalam mendatangkan kebaikan (manfaat) dan menolak keburukan (bahaya) adalah hak eksklusif Allah semata.

Dengan merenungkan Surat Al-Isra ayat 56, seorang mukmin didorong untuk membersihkan hati dari segala bentuk ketergantungan yang semu, mengarahkan seluruh permohonan dan harapannya kepada Al-Khaliq, Sang Pemilik segala kekuatan dan kekuasaan.

🏠 Homepage