Surat Al-Maidah (Hidangan) Lengkap
Surat kelima dalam Al-Qur'an, mengandung banyak hukum dan kisah penting.
Ayat-ayat Pilihan dari Surat Al-Maidah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah segala (macam) "aqad" (perjanjian). Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan (larangannya) kepadamu, sedang kamu tidak menghalalkan binatang buruan ketika kamu sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS. Al-Maidah: 1)
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh (dari ketinggian), yang ditanduk, dan binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan bagimu) mengundi nasib dengan anak panah. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah: 3)
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh orang lain), atau karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa menghidupkan seseorang, maka seakan-akan dia telah menghidupkan (seluruh) manusia. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu melampaui batas di muka bumi. (QS. Al-Maidah: 32)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian dari mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Dan barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah: 51)
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan (ma'idah) dari langit, yang menjadi hidangan (sebagai) hari raya bagi kami, yaitu bagi orang yang bersama kami dan yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, dan berilah kami rezeki, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama". (QS. Al-Maidah: 114)
Penjelasan Ringkas Surat Al-Maidah
Surat Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", adalah surat Madaniyah yang kaya akan penetapan hukum-hukum syariat Islam, terutama yang berkaitan dengan makanan, perizinan, dan larangan. Surat ini dikenal sebagai salah satu surat terakhir yang diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat yang paling ikonik, yaitu ayat 3, menegaskan kesempurnaan agama Islam pada saat diturunkan: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu."
Hukum-hukum penting lainnya yang dibahas mencakup kewajiban menepati janji dan akad (ayat 1), larangan memakan makanan haram, serta tata cara berburu saat ihram. Selain itu, surat ini juga menyoroti pentingnya keadilan dan larangan mengikuti pemikiran atau kepemimpinan yang menyesatkan. Ayat 32 memberikan landasan moral universal mengenai pentingnya menjaga kehidupan, menyamakan pembunuhan satu jiwa dengan pembunuhan seluruh umat manusia.
Bagian akhir surat ini mengisahkan dialog antara Nabi Isa AS dan Tuhannya, di mana Nabi Isa memohon diturunkannya hidangan (Al-Maidah) sebagai mukjizat dan hari raya bagi pengikutnya (ayat 114). Kisah-kisah kenabian ini berfungsi sebagai peringatan dan pelajaran berharga bagi umat Islam agar senantiasa berpegang teguh pada kebenaran dan menjauhi penyimpangan. Membaca dan memahami Surat Al-Maidah secara lengkap memberikan panduan komprehensif mengenai etika sosial, hukum makanan, dan prinsip-prinsip dasar dalam beragama.