Makna Mendalam Az-Zalzalah Ayat 7

Ilustrasi Ketetapan dan Perhitungan Hari Kiamat Gambar abstrak yang menggambarkan guncangan bumi diikuti oleh refleksi tentang perbuatan sekecil apapun. Amal

Surat Az-Zalzalah (Kegoncangan) Ayat 7

Surat Az-Zalzalah (Al-Zalzalah) adalah surat ke-99 dalam Al-Qur'an, yang memiliki makna mendalam tentang goncangan dahsyat hari kiamat dan pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan manusia.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

Terjemahan Ayat 7

7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.

Penjelasan dan Konteks Terjemahan

Ayat ketujuh dari Surat Az-Zalzalah ini merupakan penutup dari janji Allah mengenai perhitungan amal di Hari Pembalasan. Ayat sebelumnya telah menjelaskan bahwa bumi akan mengeluarkan seluruh isi dan beban yang dibawanya, seolah-olah bumi telah ‘muntah’ atau ‘mengguncang’ dengan dahsyat.

Setelah menggambarkan peristiwa fisikal yang mengerikan tersebut, fokus beralih kepada perhitungan individual. Frasa kunci dalam ayat ini adalah "مِثْقَالَ ذَرَّةٍ" (mitsqala dzarrah), yang secara harfiah berarti "seberat zarrah". Zarrah sering diartikan sebagai atom kecil atau partikel paling halus yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Ini menekankan bahwa dalam timbangan Allah, tidak ada satu pun perbuatan—sekecil apa pun—yang terlewatkan.

Ayat ini mengandung dua janji fundamental:

  1. Ketelitian Perhitungan: Tidak ada diskon atau pengabaian, baik untuk perbuatan baik maupun buruk.
  2. Penggantian yang Pasti: Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil debu sekalipun, akan diperlihatkan dan diberi balasannya.

Kata "يَرَهُۥ" (yarahu) berarti "dia akan melihatnya". Ini menunjukkan bahwa pahala atau hasil dari perbuatan tersebut akan diperlihatkan secara nyata kepada pelakunya. Ini memberikan dorongan besar bagi setiap Muslim untuk senantiasa berbuat baik dalam setiap kesempatan, sekecil apa pun itu, karena tidak ada usaha yang sia-sia di sisi Allah.

Keseimbangan Universal

Ayat 7 ini, bersama dengan ayat 8 ("...dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya"), menegaskan prinsip keadilan dan keseimbangan universal yang mutlak. Konsep ini menghilangkan keraguan manusia bahwa amal kebaikan kecil yang dilakukan secara ikhlas akan luput dari perhatian Tuhan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ini mendorong kesadaran moral yang tinggi; bahkan tindakan menyingkirkan duri dari jalan atau memberi minum seekor semut dicatat sebagai amal shaleh yang akan diperhitungkan.

Ketika manusia berdiri di hadapan Allah setelah keguncangan bumi berlalu, semua pembelaan atau penolakan menjadi tidak berarti. Yang tersisa hanyalah catatan perbuatan yang terekam sempurna. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat tentang pentingnya integritas dan konsistensi dalam menjalankan perintah agama dan berinteraksi dengan sesama makhluk.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang terjemahan surat Az-Zalzalah ayat 7 ini seharusnya menumbuhkan rasa optimisme bahwa kebaikan sekecil apapun akan membuahkan hasil di akhirat, sekaligus menanamkan rasa takut yang konstruktif untuk menjauhi keburukan.

🏠 Homepage