0 20 40 60 80 100 120 140 160

Cara Menggunakan Tensimeter Raksa yang Tepat

Tensimeter raksa, atau sphygmomanometer aneroid, merupakan alat ukur tekanan darah yang akurat dan masih banyak digunakan, terutama di kalangan profesional medis maupun di rumah. Meskipun terlihat klasik, penggunaannya membutuhkan teknik yang benar agar mendapatkan hasil yang valid. Artikel ini akan menguraikan langkah-langkah detail mengenai cara menggunakan tensimeter raksa.

Persiapan Sebelum Menggunakan Tensimeter Raksa

Sebelum Anda mulai mengukur tekanan darah, ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan:

Langkah-Langkah Pengukuran Tekanan Darah dengan Tensimeter Raksa

Menggunakan tensimeter raksa memerlukan ketelitian dan koordinasi antara Anda dan alat bantu, yaitu stetoskop. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pasang Manset: Lingkarkan manset pada lengan bagian atas, sekitar 2-3 cm di atas lekukan siku. Pastikan manset terpasang dengan pas, tidak terlalu longgar atau terlalu ketat. Ada garis penanda pada manset yang sebaiknya sejajar dengan arteri brakialis di lengan Anda.
  2. Masukkan Stetoskop: Letakkan ujung bel stetoskop di lekukan siku Anda, tepat di atas arteri brakialis yang telah Anda rasakan denyutnya. Pastikan bagian ini tidak tertutup oleh manset.
  3. Pompa Manset: Tutup katup pada bola pompa, lalu pompa manset hingga angka pada tabung raksa mencapai sekitar 180-200 mmHg, atau setidaknya 30 mmHg di atas denyut nadi yang Anda rasakan terakhir kali.
  4. Lepaskan Udara Perlahan: Buka katup pada bola pompa secara perlahan dan hati-hati. Atur agar udara keluar dengan kecepatan sekitar 2-3 mmHg per detik.
  5. Dengarkan Bunyi Korotkoff: Sambil melepaskan udara, dengarkan dengan seksama melalui stetoskop. Bunyi pertama yang terdengar menandakan tekanan sistolik (angka atas).
  6. Catat Tekanan Sistolik: Segera catat angka pada tabung raksa saat Anda mendengar bunyi pertama.
  7. Terus Dengarkan dan Lepaskan Udara: Lanjutkan melepaskan udara secara perlahan dan dengarkan suara denyut.
  8. Catat Tekanan Diastolik: Bunyi denyut yang menghilang sepenuhnya menandakan tekanan diastolik (angka bawah). Catat angka tersebut.
  9. Selesaikan Pengukuran: Setelah selesai, buka sepenuhnya katup pada bola pompa hingga seluruh udara keluar dari manset. Lepaskan manset dari lengan Anda.

Memahami Hasil Pengukuran

Hasil pengukuran tekanan darah biasanya dinyatakan dalam dua angka, contohnya 120/80 mmHg. Angka yang lebih tinggi (120) adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan saat jantung berkontraksi memompa darah. Angka yang lebih rendah (80) adalah tekanan diastolik, yaitu tekanan saat jantung berelaksasi di antara detak.

Penting: Pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Jika Anda ragu atau hasil pengukuran Anda konsisten tinggi, segera konsultasikan dengan dokter. Tensimeter raksa memerlukan kehati-hatian ekstra karena sifatnya yang rapuh dan penggunaan merkuri yang perlu ditangani dengan aman.

Keunggulan dan Keterbatasan Tensimeter Raksa

Tensimeter raksa terkenal dengan keakuratannya yang tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi banyak tenaga medis. Alat ini tidak memerlukan baterai dan relatif mudah dipelajari, meskipun membutuhkan latihan. Namun, keterbatasannya meliputi kerentanan terhadap kerusakan fisik (pecah), potensi kebocoran merkuri yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, serta ukuran yang cenderung lebih besar dan kurang portabel dibandingkan tensimeter digital.

Menguasai cara menggunakan tensimeter raksa adalah keterampilan berharga untuk memantau kesehatan Anda secara mandiri. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan mempraktikkannya secara rutin, Anda dapat memperoleh data tekanan darah yang andal untuk dikonsultasikan dengan profesional kesehatan.

🏠 Homepage