Mengkaji Nilai Kebaikan dalam Surah Al-Isra Ayat 25

Pendahuluan: Fondasi Etika Ilahiah

Al-Qur'an adalah sumber petunjuk paripurna yang mencakup aspek akidah, ibadah, hingga muamalah (etika sosial). Di antara ayat-ayat yang menekankan pentingnya akhlak mulia, Surah Al-Isra (juga dikenal sebagai Bani Israil) ayat ke-25 memegang peranan krusial. Ayat ini seringkali menjadi landasan utama bagi umat Islam dalam memahami konsep berbakti kepada orang tua serta bagaimana seharusnya berinteraksi dengan kerabat dan sesama manusia secara umum. Memahami konteks dan makna mendalam dari **QS Al Isra 25** adalah kunci untuk mengamalkan kebajikan sehari-hari.

Ilustrasi Simbolis Kebaikan dan Hubungan Keluarga Orang Tua Keluarga Kebaikan

Teks dan Terjemahan QS Al Isra Ayat 25

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah SWT mengenai etika interaksi sosial, dimulai dari lingkaran terdekat.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya karena kasih sayang dan ucapkanlah, 'Ya Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.'"

Dua Perintah Utama dalam QS Al Isra 25

Ayat ini memuat dua perintah fundamental yang harus dipegang teguh:

  1. Khafidh Dhul Lahuma (Kerendahan Hati): Perintah untuk merendahkan sayap (lambang kelembutan dan kehinaan di hadapan mereka) karena rahmah (kasih sayang). Ini bukan sekadar ketaatan, melainkan melakukannya dengan hati yang penuh cinta, tanpa rasa berat hati atau kesombongan, meskipun orang tua telah lemah atau berbeda pendapat.
  2. Dua'a Pengampunan: Kewajiban untuk selalu mendoakan orang tua, memohon rahmat dan ampunan Tuhan, dengan mengakui jasa mereka yang tak ternilai saat membesarkan kita di masa kecil (ketika kita lemah dan membutuhkan).

Ayat ini menegaskan bahwa hak orang tua tidak hilang seiring bertambahnya usia mereka, bahkan sebaliknya, rasa hormat harus ditingkatkan seiring bertambahnya kebutuhan mereka.

Lebih dari Sekadar Hormat: Nuansa Kasih Sayang

Fokus utama yang ditekankan dalam **QS Al Isra 25** bukanlah sekadar bentuk luar dari ketaatan, melainkan motivasi di baliknya, yaitu ar-rahmah (kasih sayang). Dalam kehidupan modern, seringkali kesibukan profesional dan tuntutan hidup menyebabkan jarak emosional antara anak dan orang tua. Ayat ini mengingatkan kita bahwa hormat tertinggi adalah yang disertai dengan kelembutan hati.

"Merendahkan sayap" secara kontekstual berarti:

Permintaan doa dalam ayat ini menunjukkan pengakuan bahwa meskipun kita telah membalas budi jasa mereka, balasan yang sesungguhnya hanya mampu diberikan oleh Allah SWT. Ini adalah bentuk penghambaan ganda: berbakti pada orang tua sekaligus memohon ampunan bagi mereka kepada Sang Pencipta.

Konteks Luas Ayat 25 Al-Isra

Penting untuk dicatat bahwa ayat 25 ini datang setelah ayat-ayat yang membahas larangan berbuat syirik (ayat 22) dan perintah untuk berbuat baik kepada kerabat (ayat 26). Struktur ini menunjukkan prioritas dalam Islam:

  1. Tauhid (Hanya menyembah Allah).
  2. Ihsan kepada Orang Tua (Puncak kebajikan personal).
  3. Ihsan kepada Kerabat, anak yatim, dan orang miskin (Kebaikan sosial yang lebih luas).
Dengan demikian, berbakti kepada orang tua adalah jembatan antara hubungan vertikal kita dengan Allah dan hubungan horizontal kita dengan sesama manusia. Kegagalan dalam mempraktikkan nilai-nilai **QS Al Isra 25** akan berdampak negatif pada kualitas ibadah dan interaksi sosial kita secara keseluruhan.

🏠 Homepage